Klarifikasi Terkait Viral di Pasraman Purwa Dharma 6 Sambirejo

  • Whatsapp
Klarifikasi Eko
Klarifikasi. ft. Istimewa

KabarRakyat.ID – Lima belas orang, hadir dalam klarifikasi terkait viralnya dugaan pengrusakan Tempat pendidikan Pasraman Purwa Dharma 6 yang diunggah FB akun mili Eko Prasetyo warga Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (4/2) malam, 22.00 wib.

Hadir, Forpimka Bangorejo; Kapolsek AKP Bahrul Anam, SH, Camat Bangorejo Taufik Rohman, AP,M.Si, Kades Sambimulyo Andik Santoso, Babinsa Sambimulyo Sertu Joko S, Majelis Pura Sudarsono, Kepala Pasraman Purwa Dharma 6 Gatot Witoyo, Tokoh Umat Hindu Sukismanto, dan Eko Prasetyo sendiri.

Read More

Terkait informasi itu, Eko Prasetyo dihubungi wartawan KabarRakyat.ID via ponselnya, Rabu (5/2/2020) siang, 9.40 wib, membenarkan dirinya hadir dalam acara klarifikiasi terkait viralnya dugaan pengrusakan tersebut.

“Benar saya hadir dalam klarifikasi. Sudah saya jelaskan, semuanya. Bahkan saya dihadapan Forpimka sudah membuat pernyataan sesuai saya tuliskan disecarik kerta,” pungkas Eko Prasetyo.

Penyampaian Majelis Pura, Sudarsono didalam pertemuan klarifikasi, viralnya berita di media sosial FB itu, yang bunyinya pengrusakan lima kitab suci dan sekitar 20 buku pelajaran, piagam penghargaan robek, papan tulis dan meja kelas dicoret coret gambar tak senonoh menggunakan kapur tulis. Setelah dilakukan pengecekan kitab-kitab hingga mengalami kerugian itu tidak benar. Memang ada orang masuk tapi dimungkinkan anak kecil yang merobek buku tulis dan mencoret2 meja belajar dengan kapur tulis.

Pendapat sama juga disampaikan Camat Bangorejo, Taufik Rohman, AP, M.Si, memang ada orang masuk kedalam, bisa juga dilakukan oleh anak kecil, tadi sudah kita lakukan pengecekan langsung tidak ada kerugian seperti yang tertulis. Selain itu, Hubungan antara umat beragama di sekitar Pasraman Purwa Dharma 6 sangat baik, tidak pernah terjadi permasalahan apapun, kita disini hidup berdampingan dengan rukun. Agar masyarakat tidak salah tafsir, dibuat video.

Pernyataan, Eko Prasetyo, dalam klarifikasi, yang intinya, “Ketika saya mendengar berita pengerusakan hati saya terketuk, akhirnya saya mengapload berita di Facebook, saya tidak mengira kalau berita ini menjadi viral. Selang beberapa jam diunggahan dirinya mendapat telphone dari sejumlah media untuk klarifikasi kebenaran informasi di FB. Kemudian saya sampaikan jangan sampai dibesar besarkan berita tersebut, akan tetapi tetap viral.”

Dalam acara itu, Kades Sambimulyo, Andik Santoso menyampaikan, disarakan kepada bersangkutan (Eko) membikin surat pernyataan sebagai klarifikasi bahwa yang rusak adalah sebuah buku tulis dan bangku belajar dicorat coret, agar tidak salah persepsi dimata masyarakat yang telah membaca berita yang sudah viral. Agar tidak menimbulkan kegaduhan dan akan mengganggu kerukuran umat beragama.

Penyampaian klarifikasi,  Kepala Pasraman Purwa Dharma 6, Gatot Witoyo dalam forum itu, bahwa kalau pengrusakan tidak ada, hanya corat coret meja dan dirobek pada bagian buku tulis dirusak menggunakan pisau kater, kalau untuk kitab-kitab yang rusak seperti Atharwaweda, Pancaweda dan Bhagawad Gita mengakibatkan kerugian itu tidak benar.

Pernyataan secara tertulis oleh Majelis Pura, Bp. Sudarsono dan Tokoh agama umat Hindu bahwa yang dirusak hanya corat coret meja dan dirobek pada bagian buku tulis menggunakan pisau kater.

Diberitakan, tempat pendidikan anak umat Hindu non formal, Pasraman Purwa Dharma 6 di Dusun Sambirejo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diduga dirusak orang tidak dikenal. (https://kabarrakyat.id/tempat-pendidikan-pasraman-purwa-dharma-6-sambirejo-dirusak-orang/)

Reporter: Jaenudin/Choiri

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *