Senin, Januari 25, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI KMB Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

KMB Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Berbicara tentang media sosial mengingatkan salah satu jargon “dunia serasa di genggaman”. Harus di akui media sosial punya pengaruh yang besar merubah pemikiran orang lain perorangan atau kelompok.

Ini bisa kita lihat dari data yang trend media sosial apa digunakan pegiat media sosial. Pertama, orang saat ini paling banyak melihat Youtube, kemudian Facebook, Instagram, dan Twitter.

Semua platform media sosial ini menjadi konsumsi hampir setiap hari, khususnya oleh generasi milenial atau generasi Z. Mereka banyak mencari informasi dari media sosial.

Baca : Pembangunan Jalan Jalur Lingkar Selatan Jawa Timur Capai 56.73 Persen

Bukan berarti bebas, perlu pagar sebelum kita menyalurkan informasi. Harus bijak dengan kemudahan yang disediakan teknologi. Jangan seolah-olah kesan bebas menyampaikan apa pun tanpa memperhatikan perasaaan orang lain.

“Itu salah. Di media sosial, apa yang kita tulis itu mencerminkan siapa diri kita. Apa yang kita tuliskan itu bisa berdampak kepada mereka yang membacanya,” kata Fajar.

Fajar Isnaini mengaku bahwa media sosial alat komunikasi yang mampu mewujudkan kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi.

“Hanya kita harus ingat kalau hak asasi manusia juga di batasi hak asasi manusia yang lain” ungkap Fajar Isnaini, pegiat media sosial yang juga dosen di Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

“Selain tetap mengedepankan etika sebagai pemegang adat ketimuran yang masih berpegang pada tata krama, juga harus di ingat kita bermedsos juga perlu waspada karena ada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) perlu diketahui agar pengguna sosial media tak terjerat hukum,” tegas Fajar mengingatkan.

Baca : MPM Honda Jatim Ajak Komunitas Napak Tilas Honda Bikers Day

“Jadi kita harus paham konten bukan karena ingin exist di medsos, hanya copy paste info tanpa di saring atau di tabayyun kan dulu tentang kesahihan info yang mau kita sebarkan, karena semua akan ada sebab akibatnya dan kejadiannya bisa fatal jika sudah melanggar Undang Undang ITE dan bisa jadi jeruji besi adalah konsekuensi hukum yang akan dihadapi,” imbuh Fajar.

“Cuitan kita di medsos, dan ini sudah banyak contohnya. Pada hakikatnya kita harus saling menghargai, tidak saling menyebar ujaran kebencian, berita hoax melalui media sosial yang belum tentu juga benar informasinya” tambah Ketua Kaukus Muda Banyuwangi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca