Jumat, November 27, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Koalisi Perempuan Tanggapi Serius Pelecehan Gender Terkait Spanduk Black Campaign

Koalisi Perempuan Tanggapi Serius Pelecehan Gender Terkait Spanduk Black Campaign

KABAR RAKYATKoalisi Perempuan Bermatabat (KOMBAT) Banyuwangi mengutuk keras adanya spanduk menggunakan jargon perempuan yang dinilai tidak memiliki hak untuk dipilih sebagai pemimpin.

Spanduk yang bernuasa black campaign ini mengusik aktifis perempuan Banyuwangi karena dinilai vlugar dan meredahkan martabat kaum hawa.

Persoalan hak perempuan menjadi isu hangat di Banyuwangi menyusul beredarnya spanduk yang cenderung melemahkan posisi perempuan. Jargon bernuansa perempuan tidak pantas menjadi pemimpim menjadi kajian serius Koalisi Perempuan Bermatabat (KOMBAT) Banyuwangi.

Ketua Eny Setiawati, SH, C.P.L mengkritik keras atas beredarnya spanduk pelecehan terhadap perempuan ditengah tahapan Pilkada di Banyuwangi. Dimana salah satu calon bupati kebetulan seorang perempuan Ipuk Festiandani.

Untuk memastikan kasus ini ditempatkan sebagai bentuk pelanggaran hukum KOMBAT menemui Kapolresta Banyuwangi untuk audensi.

” Kami meminta audensi dengan Kapolresta Banyuwangi Kombes.Pol..Arman Asmara Syarifuddin guna meminta pertimbangan sekaligus meminta kasus beredarnya spanduk yang bernuasa melemahkan posisi perempuan untuk dikaji dan diambil tindakan tegas. Tulisan di spanduk itu cukup jelas merendahkan hak-hak perempuan yang sudah dijamin dalam Undang-undang bahwa memiliki hak yang sama dipilih dan memilih,” kata Eny Setiawati, Selasa (10/11/2020).

Eny juga mencotohkan banyak tokoh perempuan yang mampu tampil sebagai kepala daerah melalui proses pilkada. Namun menjadi aneh dan tidak cerdas isu-isu gender dijadikan propaganda melemahkan posisi perempuan.

” Demokrasi telah menjamin hak-hak perempuan diposisi yang sama. Tidak boleh lagi ada frasa-frasa atau jargon yang sengaja melemahkan hak perempuan. Emansipasi telah hadir dan tentu bisa diterima dengan akal sehat,” tandas Eny Setiawati usai memggelar audensi dengan Kapolresta Banyuwangi.

Secara terpisah Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara mengingatkan agar perempuan ditempatkan secara adil. Dan tidak boleh lagi sikap yang melecehkan hak-hak perempuan.

” Setiap warga negara memiliki hak yang sama tidak dikecualikan perempuan. KOMBAT tadi berdiskusi terkait adanya spanduk yang intinya diduga melecehkan martabat perempuan. Dalam kaitan ini kami akan melakukan investigasi untuk pendalaman,” kata Kombes.Pol. Arman Asmara.

Spanduk tersebut bertuliskan: “Wong Wedok Iku Nggone Nang Sumur, Dapur, Kasur, Gak Dadi Bupati” (Perempuan Itu Tempatnya di Sumur, Dapur, Kasur, Bukan Jadi Bupati-red). Ada spanduk spanduk bertuliskan “Bupati Kok Wedok” yang menyasar pasangan nomor urut 02 Ipuk – Sugirah dimana calonya Bupati adalah perempuan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca