Kode Etik

KODE ETIK INTERNAL JURNALISTIK

KABAR RAKYAT SENTOSA

 

PEMBUKAAN

Bahwa sesungguhnya salah satu perwujudan kemerdekaan negara republik Indonesia adalah kemerdekaan mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan sebagaimana di amanatkan oleh pasal 28 undang undang dasar 1945. Oleh sebab itu kemerdekaan pers wajib dihormati oleh semua pihak.

Mengingat negara republik Indonesia adalah negara berdasarkan atas hukum sebagaimana diamanatkan dalam penjelasan undang undang dasar 1945, seluruh wartawan Indonesia menjungjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab, mematuhi norma norma profesi kewartawanan, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.

Maka atas dasar itu, demi tegaknya harkat, martabat, integritas, dan mutu kewartawanan Indonesia serta bertumpu pada kepercayaan masyarakat, dengan ini Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menetapkan Kode Etik Jurnalistik internal yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA.

 

 

BAB I

PENGERTIAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pasal 1

  • Menurut UU Pers No. 40 tahun 1999, pada pasal 7 ayat 2 bahwa yang dimaksud dengan Kode etik jurnalistik adalah kode etik yang disepakati organisasi wartawan dan ditetapkan oleh Dewan Pers. Dewan Pers, menurut pasal 15 ayat 1 dan 2 UU Pers, adalah sebuah dewan yang bersifat independen, yang terdiri dari wartawan, pimpinan perusahaan pers, tokoh masyarakat ahli bidang pers atau komunikasi, dan bidang lainnya yang dipilih oleh organisasi wartawan, dan organisasi perusahaan pers.
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kode etik jurnalistik adalah sebagai aturan tata susila kewartawanan, norma tertulis yang mengatur sikap, tingkah laku, dan tata karma penerbitan.

 

BAB II

KEPRIBADIAN DAN INTEGRITAS

Pasal 2

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, taat kepada Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, kesatria, menjunjung harkat, martabat manusia dan lingkungannya, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara, serta terpercaya dalam mengemban profesinya.

Pasal 3

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut atau tidaknya menayang karya Jurnalistik (tulisan, gambar) yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara, persatuan dan kesatuan bangsa, menyinggung perasaan agama, kepercayaan atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh Undang-Undang.

Pasal 4

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA tidak menayangkan karya Jurnalistik (tulisan, gambar dan Foto ) yang menyesatkan memutar balikan fakta, bersifat fitnah, cabul, sadis, serta sensasional.

Pasal 5

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA tidak menerima imbalan untuk menayangankan atau tidak menayangkan tulisan gambar atau Foto, yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak.

Pasal 6

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA tidak menyalah-gunakan profesi dan tidak menerima suap.

 

Penafsiran

  1. Menyalah-gunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum.
  2. Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.

 

 

 

BAB III

CARA PEMBERITAAN

Pasal 7

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menyajikan berita secara berimbang dan adil, mengutamakan kecermatan dari kecepatan serta tidak mencampur adukan fakta dan opini. tulisan yang berisi interprestasi dan opini, di sajikan dengan menggunakan nama jelas penulisnya.

Pasal 8

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menghormati dan menjungjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menayangkan karya Jurnalistik (Tulisan, gambar dan Foto) yang merugikan nama baik seseorang, kecuali menyangkut kepentingan umum.

Pasal 9

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah, prinsip adil, jujur, dan penyajian yang berimbang.

Pasal 10

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dalam memberitakan kejahatan susila tidak merugikan pihak korban.

 

BAB IV

SUMBER BERITA

Pasal 11

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan karya Jurnalistik (tulisan Foto dan gambar) dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita.

Pasal 12

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat, dan memberi kesempatan hak jawab secara profesional kepada sumber atau objek berita.

Pasal 13

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA meneliti kebenaran bahan berita dan memperhatikan kredibilitas serta kompetensi sumber berita.

Pasal 14

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA tidak melakukan tindakan plagiat, tidak mengutip karya Jurnalistik tanpa menyebut sumbernya.

Pasal 15

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA harus menyebut sumber berita, kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak di sebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data bukan opini. Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan, segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan.

Pasal 16

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menghormati ketentuan embargo, bahan latar belakang, dan tidak menayangkan informasi yang oleh sumber berita tidak di maksudkan sebagai bahan berita, serta tidak menayangkan keterangan “Off the record”.

 

BAB V

KEKUATAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pasal 17

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA harus dengan sungguh sungguh menghayati dan mengamalkan kode Etik Jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik Internal PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dalam melaksanakan profesinya.

Pasal 18

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menyadari sepenuhnya bahwa penataan kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing masing.

Pasal 19

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA mengakui bahwa pengawasan dan penetapan sanksi atas pelanggaran kode Etik Jurnalistik ini adalah sepenuhnya hak Perusahaan dan dilaksanakan oleh dewan kehormatan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA. Tidak satu pihak pun di luar PT. KABAR RAKYAT SENTOSA yang dapat mengambil tindakan terhadap wartawan dan berdasar pasal pasal dalam kode Etik Jurnalistik ini.

 

 

PENAFSIRAN 

PEMBUKAAN 

Kode Etik jurnalistik ialah ikrar yang bersumber pada hati nurani wartawam PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dalam melaksanakan kemerdekaan mengeluarkan pikiran yang dijamin sepenuhnya oleh pasal 28 UUD 1945, yang merupakan landasan konstitusi wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Kemerdekaan mengeluarkan pikiran ialah hak paling mendasar yang dimiliki setiap insan wartawan, yang wajib di junjung tingggi dan di hormati oleh semua pihak. sekalipun kemerdekaan mengeluarkan pikiran merupakan hak wartawan yang di jamin konstitusi, mengingat negara kesatuan republik Indonesia ialah negara berdasarkan hukum, maka setiap wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA wajib menegakan hukum, keadilan dan kebenaran dalam menggunakan haknya untuk mengaluarkan pikiran.

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA bersama seluruh masyarakat, wajib mewujudkan prinsip prinsip kemerdekaan pers yang professional dan bermartabat. tugas dan bertanggung jawab yang luhur itu hanya dapat di laksanakan, apabila wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA selalu berpegang teguh kepada kode Etik Jurnalistik, dan masyarakat memberi kepercayaan penuh serta menghargai integritas profesi tersebut.

Mengingat perjuangan wartawan merupakan bagian yang tidak dapat di pisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia, maka selain bertanggung jawab kepada hati nuraninya, setiap wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA wajib bertanggung jawab kepada Tuhan yang maha Esa, kepada masyarakat, bangsa dan negara dalam melaksanakan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sesuai dengan kode Etik Jurnalistik.

Sadar akan hak, kewajiban dan tanggung jawabnya itu, dan untuk melestarikan kemerdekaan pers yang professional dan bermartabat serta kepercayaan masyarakat, maka dengan ikhlas dan penuh kesadaran wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menetapkan kode Etik Jurnalistik yang wajib ditaati dan diterapkan.

 

 

BAB I

PENGERTIAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pasal 1 :

Sudah jelas

BAB II

KEPRIBADIAN DAN INTEGRITAS

Pasal 1

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA harus memiliki kepribadian dalam arti keutuhan dan keteguhan jati diri, serta integritas dalam arti jujur, adil, arif, dan terpercaya. Kepribadian dan integritas wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA yang di tetapkan di dalam Bab II kode Etik Jurnalistik mencerminkan tekad Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA dalam mengembangkan dan memantapkan sosok wartawan sebagai professional, penegak kebenaran, nasionalis, konstitusional dan demokrat serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

  1. Semua perilaku, ucapan dan karya jurnalistik wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA harus senantiasa dilandasi, dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, serta oleh nilai nilai luhur pancasila, dan mencerminkan ketaatan pada konstitusi Negara.
  2. Ciri-ciri wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA yang kesatria adalah :
  1. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  2. Berani mempertanggung jawabkan semua tindakanya, termasuk karya Jurnalistiknya.
  3. Bersikap demokratis.
  4. Menghormati kebebasan orang lain dengan penuh santun dan tenggang rasa. Dalam menegakan kebenaran, senantiasa menjunjung tinggi harkat martabat manusia dengan menghormati orang lain, bersikap demokratis, menunjukan kesetiakaawanan sosial.
  1. Yang di maksud dengan mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara adalah, wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA sebagai makhluk sosial bekerja bukan untuk Kepentingan diri sendiri, kelompok atau golongan, melainkan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Terpercaya adalah orang yang berbudi luhur, adil, arif, dan cermat, serta senantiasa mengupayakan karya terbaiknya. profesi adalah pekerja tetap yang memiliki unsur-unsur:
  • Himpunan pengetahuan dasar yang bersifat khusus
  • Terampil dalam menerapkannya.
  • Tata cara pengujian yang objektif.
  • Kode Etik serta lembaga pengawasan dan pelaksaan penataannya.

 

Pasal 3

Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA wajib mempertimbangkan patut tidaknya menayangkan tulisan, Foto dan gambar dengan tolak ukur :

  1. Yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara ialah memaparkan atau menayangkan rahasia negara atau rahasia militer, dan berita yang bersifat spekulatif.
  2. Mengenai Menayangkan berita yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, serta menyinggung perasaan agama, kepercayaan atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh undang undang, wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA perlu memperhatikan kesepakatan selama ini menyangkut isyu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) dalam masyarakat. tegasnya, wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menghindari pemberitaan yang dapat memicu pertentangan suku, agama, ras dan antar golongan.

 

 

Pasal 4

  • Yang di maksud dengan menyesatkan adalah berita yang membingingkan, meresahkan, membohongi, membodohi atau melecehkan kemampuan berpikir khalayak.
  • Yang di maksud dengan memutar balikan fakta, adalah mengaburkan atau mengacau balaukan fakta tentang suatu peristiwa dan persoalan, sehingga masyarakat tidak memperoleh gambaran yang lengkap, jelas, pasti dan seutuhnya untuk dapat membuat kesimpulan dan atau menentukan sikap serta langkah yang tepat.
  • Yang di maksud dengan bersifat fitnah, adalah membuat kabar atau tuduhan yang tidak berdasarkan fakta atau alasan yang dapat di pertanggung jawabkan.
  • Yang di maksud dengan cabul, adalah melukai perasaan susila dan berselera rendah.
  • Yang di maksud dengan sadis, adalah kejam, kekerasan dan mengerikan.
  • Yang di maksud dengan sensasi berlebihan, adalah memberikan gambaran yang melebihi kenyataan sehingga bisa menyesatkan.

 

Pasal 5

  • Yang di maksud dengan imbalan adalah pemberian dalam bentuk materi, uang, fasilitas kepada wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA untuk menayangkan atau tidak menayangkan berita dalam bentuk tulisan Penerimaan imbalan sebagaimana di maksud di pasal ini, adalah perbuatan tercela.
  • Semua tulisan atau tayngan yang bersifat sponsor atau pariwara harus di sebut secara jelas sebagai penayangan sponsor atau pariwara.

 

 

BAB III

CARA PEMBERITAAN

Pasal 6

  • Yang di maksud berita secara berimbang dan adil ialah menyajikan berita yang bersumber dari berbagai pihak yang mempunyai kepentingan, penilai atau sudut pandang masing masing kasus secara propesional.
  • Mengutamakan kecermatan dari kecepatan, artinya setiap penulisan, penayangan berita hendaknya selalu memastikan kebenaran dan ketepatan sesuatu peristiwa dan atau masalah yang di beritakan.
  • Tidak mencampur adukan fakta dan opini, artinya seorang wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA tidak menyajikan pendapatnya sebagai berita atau fakta. Apabila suatu berita ditulis atau ditayangkan dengan opini, maka berita tersebut wajib di sajikan dengan menyebutkan nama penulisnya.

Pasal 7

Pemberitaan hendaknya tidak merendahkan atau merugikan harkat martabat, derajat, nama baik serta perasaan susila seseorang, kecuali perbuatan itu bisa berdampak negative bagi masyarakat.

Pasal 8

Seseorang tidak boleh di sebut atau di kesankan bersalah melakukan sesuatu tindakan pidana atau pelanggaran hukum lainnya sebelum ada putusan tetap pengadilan. selama dalam proses penyidikan / pemeriksaan peradilan, orang bersangkutan masih berstatus tersangka atau tergugat, dan setelah mencapai tingkat sidang pengadilan harus disebut sebagai terdakwa / tertuduh atau sedang dituntut.

Prinsip adil, artinya tidak memihak atau menyudutkan seseorang atau sesuatu pihak, tetapi secara factual memberikan forsi yang sama dalam pemberitaan baik bagi polisi, jaksa, tersangka atau tertuduh, dan penasihat hukum maupun kepada para saksi, baik yang meringankan maupun yang memberatkan.

Jujur, mengharuskan wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA menyajikan informasi yang sebenarnya, tidak di manipulasi, tidak diputarbalikkan. Berimbang, tidak bersifat sepihak, melainkan memberi kesempatan yang sama kepada pihak yang berkepentingan

Pasal 9

Tidak menyebut nama dan identitas korban, artinya pemberitaan tidak memberikan petunjuk tentang siapa korban perbuatan susila tersebut baik wajah, tempat kerja, anggota keluarga dan atau tempat tinggal, namun boleh hanya menyebut jenis kelamin dan umur korban. Kaidah kaidah ini juga berlaku dalam kasus pelaku kejahatan di bawah umur (di bawah 16 tahun).

 

BAB III

SUMBER BERITA

Pasal 10

  • Sopan, artinya wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA berpenampilan rapi dan bertutur kata yang baik. juga, tidak menggiring, memaksa secara kasar, menyudutkan, apriori, dan sebagainya, terhadap sumber berita . (
  • Terhormat, artinya memperoleh bahan berita dengan cara yang benar, jujur dan kesatria.
  • Mencari dan mengumpulkan bahan berita secara terbuka dan terang terangan sehingga sumber berita memberi keterangan dengan kesadaran bahwa dia turut bertanggung jawab atas berita tersebut. (Contoh, tidak menayangkan berita hasil nguping). Menyatakan identitas pada dasarnya perlu untuk penulisan berita peristiwa langsung (Straight new), Berita ringan (soft news), karangan khas (features), dan berita pendalaman (in- depth reporting), pada saat pengumpulan fakta dan data wartawan boleh tidak menyebut identitasnya. tetapi, pada saat mencari kepastian (konfirmasi) pada sumber yang berwenang, wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA perlu menyatakan diri sedang melakukan tugas kewartawanan kepada sumber berita.

 

Pasal 11

Hak jawab di berikan pada kesempatan pertama untuk menjernihkan duduk persoalan yang di beritakan. Pelurusan atau penjelasan tidak boleh menyimpang dari materi pemberitaan bersangkutan, dan maksimal sama panjang dengan berita sebelumnya.

Pasal 12

  • Sumber berita merupakan penjamin kebenaran dan ketepatan bahan berita. karena itu, wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA perlu memastikan kebenaran berita dengan cara mencari dukungan bukti bukti kuat (atau otentik) atau memastikan kebenaran dan ketepatan pada sumber sumber terkait. Upaya dan proses pemastian kebenaran dan ketepatan bahan berita adalah wujud itikad, sikap dan perilaku jujur dan adil setiap wartawan profesional.
  • Sumber berita dinilai memiliki kewenangan bila memenuhi syarat syarat :
  1. Kesaksian langsung.
  2. Ketokohan / keterkenalan.
  3. Pengalaman
  4. Kedudukan / jabatan terkait.
  5. Keahlian

Pasal 13

Mengutip berita, tulisan atau Foto dan gambar hasil karya pihak lain tanpa menyebut sumbernya merupakan tindakan plagiat, tercela dan di larang.

Pasal 14

  • Nama atau identitas sumber berita perlu disebut, kecuali atas permintaan sumber berita itu untuk tidak disebut nama atau identitasnya sepanjang menyangkut fakta lapangan (empiris) dan data.
  • Wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA mempunyai hak tolak, yaitu hak untuk tidak mengungkapkan nama dan identitas sumber berita yang dilindunginya.
  • Terhadap sumber berita yang di lindungi nama dan identitasnya hanya disebutkan ? menurut sumber???..? (tetapi tidak perlu menggunakan kata kata? menurut sumber yang layak di percaya ?). dalam hal ini, wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA bersangkutan bertanggung jawab penuh atas pemuatan atau penayangan berita tersebut.

Pasal 15

  • Embargo, yaitu permintaan menunda penayangan suatu berira sampai batas waktu yang ditetapkan oleh sumber berita, wajib dihormati.
  • Bahan latar belakang adalah informasi yang tidak dapat ditayangkan langsung dengan menyebutkan identitas sumber berita, tetapi dapat di gunakan sebagai bahan untuk di kembangkan dengan penyelidikan lebih jauh oleh wartawan yang bersangkutan, atau di jadikan dasar bagi suatu karangan atau ulasan yang merupakan tanggung jawab wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA bersangkutan sendiri.
  • Keterangan “off the record” atau keterangan bentuk lain yang mengandung arti sama di berikan atas perjanjian antar sumber berita dan wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA bersangkutan dan tidak di tayangkan. Untuk menghindari salah faham ketentuan “off the record” harus dinyatakan secara tegas oleh sumber berita kepada wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA bersangkutan. Ketentuan tersebut dengan sendirinya tidak berlaku bagi wartawan yang dapat membuktikan telah memperoleh bahan berita yang sama dari sumber lain tanpa dinyatakan sebagai “Off the record”.

 

 

BAB IV

KEKUATAN KODE ETIK JURNALISTIK

Pasal 16

Kode Etik Jurnalistik internal di buat oleh wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA, dari dan untuk wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA sebagai acuan moral dalam menjalankan tugas kewartawanannya dan berikrar untuk mentaatinya.

Pasal 17

Penataan dan pengamalan kode Etik Jurnalistik bersumber dari hati nurani masing masing.

Pasal 18

  • Kode Etik Jurnalistik ini merupakan pencerminan adanya kesadaran profesional. hanya perusahaan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA yang berhak mengawasi pelaksanaannya dan atau menyatakan adanya pelanggaran kode Etik yang di lakukan oleh wartawan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA serta menjatuhkan sanksi atas wartawan yang bersangkutan.
  • Pelanggaran kode Etik Jurnalistik tidak dapat dijadikan dasar pengajuan gugatan pidana maupun perdata.
  • Dalam hal pihak luar menyatakan keberatan terhadap penulis atau penyiaran suatu berita, yang bersangkutan dapat mengajukan keberatan kepada perusahaan melalui dewan kehormatan PT. KABAR RAKYAT SENTOSA.