Selasa, November 24, 2020
Beranda JATIM BONDOWOSO Komisi III DPRD Beber Kejanggalan Proyek Rehab Irigasi DAM Kayu Sapi

Komisi III DPRD Beber Kejanggalan Proyek Rehab Irigasi DAM Kayu Sapi

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso dalam rapat koordinasi (Rakor) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kamis (5/11), mengungkap banyak kejanggalan dalam proyek konstruksi rehab bangunan saluran irigiasi DAM Kayu Sapi di Kecamatan Klabang

Sutriono Ketua Komisi III mengatakan, pertama, jangal dari pelaksanaan thender, soal dokumen penawaran. Pihak PUPR, belum menerima dokumen lengkap dari pihak Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

“Hasil rapat terungkap PUPR sebagai pemilik kegiatan, masih belum menerima lengkap dokumen dari PBJ. Seharusnya, sebelum surat penunjukan penyedia barang dan jasa ditandatangani. Semua dokumen harusnya sudah sampai di PUPR,” kata Sutriono pada awak media,  Jumat (6/11/2020).

Selain masalah dokumen, Komisi III DPRD, kejanggalan lainnya dari rentetan pelaksanaan thender, yakni soal penawaran harga oleh CV. Raknarok. Penawaran proyek hanya 51 persen dari nilai pagu anggaran, dinilai dewan tidak wajar.

Padahal, kata Sutriono, ketika penawaran dibawah 80 persen harus ada analisa kewajaran. “Jika sudah dibawah 80 persen itu ruwet. Harus ada analisa kewajaran harga,” ujarnya.

Temuan juga terdapat pada teknis pelaksanaan, ketika komisi III mendatangi lokasi untuk melihat fakta. Pihak pelaksana kegiatan, menggunakan batu plontos yang didapatkan dari lokasi pelaksanaan kegiatan di area sungai.

“Kita dilapangan melihat batu plontos, bukan batu pecah. Sepertinya, batu plontos itu didapatkan dilokasi,” terangnya.

Sutriono menyampaikan, setelah Rakor dengan Dinas PUPR. Akan segera digelar Rakor dengan PBJ. Hasil rakor, akan dilaporkan Pimpinan DPRD.

Tidak menutup kemungkinan, rekomendasi akan dibuat bila terdapat potensi kongkalikong pihak PBJ dengan rekanan.

“Rekomendasi pasti, tentu sesuai dengan Undang – undang yang ada. Komisi III tidak bisa melakukan, yang bisa itu Pimpinan DPRD,” jelasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca