Selasa, November 24, 2020
Beranda JATIM BONDOWOSO Komisi III DPRD Menilai Proyek Irigasi Ugal-ugalan

Komisi III DPRD Menilai Proyek Irigasi Ugal-ugalan

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Komisi III DPRD Bondowoso sidak proyek pembangunan rehabilitasi atau pemeliharaan jaringan irigasi di wilayah kecamatan Klabang, Bondowoso.

Dua titik sidak DAM Bluncong dan DAM Kayu Sapi I di Desa Leprak yang videonya viral di medsos dan grup Whatsap karena kualitasnya dipertanyakan. Sidak Komisi III DPRD Bondowoso juga melibatkan Dinas PUPR bersama staf, dan sejumlah awak media.

Proyek pembangunan jaringan irigasi jadi perhatian publik setelah pekerjaannya dihantam banjir dan rusak, Minggu kemarin (1/11/20).

Data dihimpun, proyek pembangunan irigasi senilai Rp. 515 juta dari pos belanja APBD tahun 2020 Kabupaten Bondowoso, dikerjakan CV. Ragnarok.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, H. Sutriyono S.Ag.MM, menjelaskan sidak ini, langsung kita lihat kondisinya. Bahkan informasinya penawan lelang proyek ini dibawah 80 persen, antara 51 persen dan 53 persen.

“Ternyata keduanya dari bendera yang sama, yakni CV Ragnarok. Kita pastikan apa pekerjaannya sudah dimulai. Ternyata sudah di mulai. RAB kami komisi belum pegang RAB belum pegang gambar,” jelasnya.

Secepatnya Komisi III gelar Raker dengan PUPR dan Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas). Komisi III ingin tekankan peraturan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) dan Permen PUPR. .

” Penawaran di bawah 80 persen itu butuh analisa kewajaran artinya sudah tidak wajar penawaran dibawah 80. Kita berfikir aset daerah, harus baik. Secara teknis harus bisa di pertanggungjawabkan,”imbuhnya.

Menurut Sutriyono, penawaran di bawah 80 persen ini butuh analisa kewajaran harga. “Komisi III akan pastikan ini dengan Barjas. Apa sudah dilakukan? Kalau sudah dilakukan, ternyata hasilnya lebih kecil dari harga penawaran, maka harus gagal thender,  gagal lelang itu,” tegasnya.

“KIta bisa melihat secara langsung, batunya dari mana,  termasuk di DAM Kayu Sapi, material juga darimana. Bahkan Semen kualitas meragukan. Ini bikin kuatir kita,” paparnya.

Komisi III DPRD Bondowoso, merasa pelaksanaan kegiatan proyek ini terkesan ugal-ugalan. “Kita fokus telusuri sesuai tidak dengan peraturan lelang,” ungkapnya.

Sutrisno menegaskan, secara konstitusional DPRD Bondowoso punya hak termasul masyarakat punya hak. “Hari ini pembangunan berjalan dengan uang pas-pasan. Kemudian besok lusanya sudah hancur,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca