Komisi III DPRD Trenggalek Temukan Bagian Rusak di Proyek Jalan Ngampon – Bendo

  • Whatsapp

Trenggalek
Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek sidak ke lokasi proyek jalan Ngampon - Bendo, Senin (18/1)

KABAR RAKYAT – Proyek peningakatan jalan Ngampon – Bendo dipertanyakan kualitas ketebalan aspal hotmix saat sidak Komisi III DPRD Trenggalek dipimpin Ketuanya, Sukarodin bersama anggota dewan lainnya, di lokasi proyek, Senin (18/1)

“Ketebalan aspal jalan Ngampon – Bendo sekitar 1,5 sampai 2 cm. Kami (DPRD) menerima keluhan dari masyarakat terkait proyek peningkatan jalan Ngampon – Bendo yang baru sebulan ini selesai dikerjakan, namun sudah banyak yang rusak,” kata Sukarodin Ketua Komisi III kepada wartawan.

Pemeliharaan berkala ruas jalan Ngampon – Bendoa sepanjang 6 kilo meter, diketahui dikerjakan oleh PT. SMU dengan masa pekerjaan 27 Agustus sampai 21 Desember 2020. Proyek dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Trenggalek tahun 2020 dengan nilai Rp 12,7 miliar.

Komisi III ini mengawali sidak dengan melakukan pengamatan pekerjaan yang kondisinya rusak dari depan Pasar Rejowinangun hingga perempatan Bendorejo Kecamatan Pogalan.

“Bersama-sama kita lihat ketebalannya (hotmix) terlihat kurang. Bahkan ada beberapa titik kondisi aspal sudah terkelupas,” ungkap Sukarodin.

Ketua Komisi III ini menilai kondisi aspal hotmix yang tidak bisa menyatu dengan jalan yang lama ini dimungkinkan terjadi karena suhu aspal kurang panas ketika digelar atau tingkat kebersihannya kurang.

“Ini mau kita cek, nanti lebih lanjut OPD akan kita panggil. Mau kita tanya langsung. Atau mungkin salah perencanaan, yang dipakai untuk tanah uruknya ini apa, apakah sirtu atau tanah liat atau apa,” jelas Sukarodin.

Komisi III DPRD Trenggalek berjanji akan mendalami bagian yang rusak di jalan Ngampon – Bendo yang dananya cukup besar Rp. 12,7 miliar. “Kita jadwalkan minggu depan untuk memanggil OPD,” tegasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *