Komisi IV DPRD Trenggalek Mendorong Program Pembelajaran Tatap Muka Segera Digelar

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Dengan membaiknya kondisi Kabupaten Trenggalek dalam menghadapi pandemi sudah masuk ke zona orange, Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek memanggil OPD Terkait membahas terkait percepatan proses pembelajaran tatap muka. Selasa (16/4).

Rapat dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan yang mengampu pendidikan siswa umum dan Kemenag Trenggalek untuk siswa Madrasah atau Pendidikan Islam.

Bacaan Lainnya

Mugianto Ketua Komisi IV menuturkan, dengan membaiknya kondisi Kabupaten Trenggalek sudah masuk ke zona orange mendorong pembelajaran digelar secara tatap muka.

” Dengan adanya aturan  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan selama pandemi Covid – 19 diberlakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dikawatirkan akan menjadi dampak nilai akademi siswa kedepan karena tidak dapat mengikuti pembelajaran secara maksimal,”

” Maka dengan membaiknya kondisi Trenggalek yang sudah masuk kezona orange, saya mendorong untuk segera digelar pembelajaran tatap muka, jangan sampai karena adanya pandemi Covid-19 generasi muda menjadi terbelakang, kesehatan memang perlu, namun harus diimbangi dengan generasi  yang cerdas,” jelas Mugianto.

Mugianto juga menjelaskan kalau proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak terlalu efektif ketimbang pembelajaran langsung tatap muka. Pasalnya, siswa lebih nyaman belajar di kelas dan bertemu langsung dengan guru.

” Dengan adanya pembelajaran Jarak Jauh, kurang bagus jika terus dilanjutkan karena siswa belajar di rumah serba keterbatasan. Tak jarang orang tua yang malah yang harus belajar,” pungkasnya.

Guna mengawali proses pembelajaran tatap muka digelar,  Ketua Komisi IV meminta kepada Kepala  Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek untuk mendahulukan proses vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan (GTK).

” Untuk mempercepat proses pembelajaran agar segera terealisasi maka kami juga mendorong agar program vaksinasi bagi GTK segera diselesaikan,” pungkas Mugianto.

Mohon diketahui saat ini sesuai progres, sudah 4.518 GTK yang sudah divaksinasi. Sedangkan 2.982 tenaga kependidikan masih menunggu penjadwalan proses vaksinasi.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *