Komisi IV DPRD Trenggalek: Rakyat Butuh Rapid Test Terjangkau

  • Whatsapp
Ilustrasi rapid test alat. foto. FREEPIK

Komisi IV DPRD Rakor bersama Diskes dan Bakeuda bahas Stok Paket Rapid Test di 22 Puskesma

KABAR RAKYAT – Info alat rapid test langka di 22 Puskesmas se Kabupaten Trenggalek mengundang perhatian pihak Komisi IV DPRD setempat. Lembaga wakil rakyat ini gegas rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), ruang gedung DPRD, pada hari, Senin (29/6).

Mugianto Ketua Komisi IV pada wartawan menyampaikan laporan dari masyarakat terkait langkanya alat rapid test berakibat banyak warga pindah layanan ke klinik. Sudah tentu selisih biayanya mahal.

Read More

Baca: Supir Travel dan Logistik Jawa-Bali Protes Rapid Test Mandiri

“Banyak warga mengeluarkan biaya rapid test lebih mahal karena bayar lebih tinggi di klinik. Sementara, layanan rapid test di puskesmas bagi masyarakat masih terjangkau,” kata Mugianto.

Semua sudah tahu, kata Mugianto, banyak orang butuh surat keterangan rapit test. Baik kebutuhan anak masuk sekolah ataupun sebagai syarat masuk kerja.

Baca: PLN Peduli dan Pokdarwis Banyuwangi Melatih SDM Pariwisata New Normal

“Maka ada laporan ini, kami (Komisi IV) berharap agar Dinas Kesehatan dan Bakeuda segera berkordinasi dengan Bupati untuk pemenuhan persediaan alat rapit tes segera di 22 puskesmas yang ada,” jelas Mugianto.

RAKOR KOMISI 4
Rapat koordinasi Komisi IV dengan dinas terkait.

Pernyataan Komisi IV itu, ditanggapi dr. Saeroni PLT Kepala Dinas Kesehatan yang menyampaikan, “saat ini apabila diglobal, total kebutuhan alat rapit test, sebanyak 25.000 paket dan ada kekurangan anggaran di dinas kesehatan sebesar 3,2 miliar.

Dikatakan, dr. Saeroni, stok alat rapit test berjumlah 7980 paket. Diakui, kebutuhan masyarakat belum terpenuhi. Karena Dinas Kesehatan kekurangan anggaran untuk pengadaan rapid.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *