Sunday, October 25, 2020
Home JATIM BANYUWANGI Komisioner KPK Gufron Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dalam Pemberantasan Korupsi

Komisioner KPK Gufron Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dalam Pemberantasan Korupsi

REPORTERFattahur
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Tindakan Korupsi adalah permasalahan yang sering terjadi di sekitar kita. Karena memang ada banyak sektor potensial rawan di korupsi.

Meski berbagai aturan mencegah korupsi dibuat dan pengawasan mencegah korupsi diperketat. Faktanya masih tidak mengurangi kasus korupsi.

Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK Dr. Nurul Ghufron, SH, MH, narasumber utama acara Diskusi Publik yang di gelar Ikatan Sarjana Nadlatul Ulma, ISNU Banyuwangi, di Aula PCNU, pada hari, Senin, 7 September 2020.

Disampaikan Dr. Nurul Ghufron, SH, MH, korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk memperoleh keuntungan. Korupsi sendiri tentunya sangat merugikan rakyat.

Baca: Santri Banyuwangi Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah

Untuk itu, masyarakat sudah semestinya ikut berperan melakukan pencegahan dan sekaligus pemberantasan korupsi.

“Infokan atau laporkan ke KPK jika ada indikasi tindak pidana korupsi. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena masyarakat atau pelapor terlindungi,” kata dr. Nurul Ghufron di acara Dialog Publik bertema Peran Masyarakat Dalam Memberantas Korupsi di gagas ISNU Banyuangi, Senin.

Jaminan hukum warga negara yang berperan dalam memberantas korupsi itu sudah jelas tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Pemkab Bondowoso Siapkan Sarpras Area Geopark National Ijen

Juga dijelaskan di Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK pada Pasal 15 tentang Perlindungan Saksi dan Pelapor.

Supaya kasus korupsi ini tidak merajalela, kata Doktor Ghufron, harus ada langkah-langkah yang bisa dilakukan. Melaporkan dan menangkap pelaku korupsi, sistem dibatasi dengan memanfaatkan sitem IT atau digitaliasi, moralitas penyelenggara negara harus diperbaiki, serta menerapkan managemen anti suap.

“Mungkin korupsi sampai saat ini di Indonesia masih biasa-biasa, tapi paling tidak mari kita habiskan kebiasan itu untuk anak cucu kita,” imbuhnya.

Baca: Pemkab Bondowoso Gandeng TNI-Polri,  Perketat Ijin Pelaksaan Kegiatan Kemasyarakatan Di Tengah Pandemi Covid 19

Acara Diskusi Publik Mencegah Korupsi yang di gelar ISNU salah satu Banom NU ini, langsung dibuka oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes. Pol. Arman Asmara Syarifudin.

Disampaikan dalam pidato sambutan Kombes. Pol. Arman Asmara, secara pribadi ataupun lembaga Kepolisian, sekapat bahwa Korupsi adalah musuh.

Karena tindak korupsi tidak hanya merugikan negara juga masyarakat. Dengan adanya Diskusi Publik di gelar ISNU dirinya mengapresiasi dan mendukung diteruskan pencerahan pada masyarakat.

Hadir juga, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Saiful Arif, Ketua PCNU KH. Ali Maki Zaini, sejumlah Banom NU, tokoh masyarakat, tokoh agama, NGO, mahasiswa.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca