Selasa, November 24, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Komite Adat DKB : Masyarakat Adat Sudah Punya Bekal Untuk Hidup Mandiri

Komite Adat DKB : Masyarakat Adat Sudah Punya Bekal Untuk Hidup Mandiri

REPORTERFendi/*

KABAR RAKYAT – Pemeliharaan adat dan budaya untuk dapat mendukung kepariwisataan yang ada, merupakan bentuk penegasan dan kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Banyuwangi, yang mana hal tersebut, merupakan salah satu dari program Dewan Kesenian Blambangan (DKB), Banyuwangi.

Wakil Komite Adat DKB Banyuwangi Agus Hermawan menjelaskan, dengan melestarikan dan mengembangkan adat istiadat serta nilai sosial budaya ditengah masyarakat, akan menjadikan kekuatan tersendiri untuk memperkokoh jati diri, dan martabat, dalam menjalankan sebuah kebiasaan ditengah masyarakat modern.

“Kita akan membangun komunikasi dengan seluruh Pemerintah Desa dan juga akan bekerja sama dengan DPMD Kabupaten, agar melakukan inventarisasi budaya di setiap Desa, dan nanti untuk pos anggaran pelestarian budaya itu bisa masuk dalam APBDes setiap tahun.” Kata Agus Hermawan.

Agus Hermawan juga berharap, dengan adanya sebuah inventarisasi budaya yang akan dilakukan di setiap desa ini, bisa menjaring aspirasi masyarakat adat untuk tetap bisa melestarikan budayanya, termasuk juga bagaimana sebuah masyarakat adat bisa bertahan hidup secara mandiri.

“Sebetulnya masyarakat adat ini kan, sudah punya bekal kemandirian dulunya, tapi dengan adanya perubahan regulasi dan lain-lain, ini pasti akan ada dampak” Ungkap Agus.

Wakil Komite Adat DKB Banyuwangi tersebut juga menerangkan, karena mayoritas besik masyarakat adat yang ada di Banyuweangi merupakan masyarakat adat yang agraris, maka Agus mencontohkan dalam perkembangan dunia pertanian.

Menurutnya, pertanian dulu dan pertanian sekarang ini mempunyai perbedaan, namun yang menjadi permasalahan dan pertanyaan, mengapa pertanian sekarang malah cenderung menjadi ketergantungan, sedangkan pertanian dulu malah bisa berlangsung mandiri.

“Pertanian adat dulu tidak mengenal pupuk, obat-obatan pertanian dan lainnya. Dengan adanya perubahan zaman sehingga hal-hal itu akhirnya dikenang, yang menimbulkan petani sekarang pasti ketergantungan dengan pupuk.” Papar Agus Hermawan.

Selain itu Agus Hermawan juga mengharapkan, jika semua permasalahan yang terjadi dikalangan masyarakat adat nantinya bisa terakomodir dengan adanya komunikasi antara Pemerintah Desa dengan stakeholder khususnya lembaga masyarakat adat.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca