Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Way Kanan Tahun 2021-2026

  • Whatsapp
KABAR RAKYAT Bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M menggelar acara Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Way Kanan Tahun 2021-2026 secara virtual, di Ruang Rapat Utama Pemda Way Kanan, Selasa 30 Maret 2021.
Dalam sambutannya, Bupati Way Kanan mengatakan bahwa diusia Kabupaten Way Kanan menjelang 22 Tahun, dan juga memasuki periode ke Empat dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Way Kanan 2005-2025, banyak hal yang sudah dilakukan namun juga masih banyak hal yang masih perlu dikerjakan. Hari ini merupakan hari yang penting dalam penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Way Kanan, yaitu Konsultasi Publik Penyusunan RPJMD 2021-2026.
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa kondisi yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang akan kita hadapi dalam pembangunan kedepan, dalam rangka mewujudkan visi misi.
Sebagaimana sama-sama kita ketahui, Kabupaten Way Kanan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung, dengan Luas Wilayah 3.921,63 Km2 (atau 11,16 % dari luas Provinsi Lampung).

Berdasarkan kondisi, potensi dan letak strategis Kabupaten Way Kanan memiliki keunggulan komparatif yang dapat mendorong percepatan pembangunan agar sejajar dengan daerah lain. Letak strategis di Jalan Nasional Lintas Tengah Sumatera sepanjang 81,9 km, didukung dengan keberadaan jalur Kereta Api dengan 4 Stasiun, keberadaan Bandara Gatot Subroto yang segera melayani penerbangan sipil akan semakin membuka konektifitas antara wilayah.
Hal ini merupakan kekuatan dan peluang yang dapat terus dikembangkan sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Way Kanan menurut pola tata guna lahannya sebagian besar merupakan lahan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Selain itu Kabupaten Way Kanan merupakan daerah river basin yang sebagian besar sungai-sungainya mengalir dari arah Barat yang berbukit-bukit menuju kearah Timur yang landai. Sebagian air sungai ini di kelola melalui Daerah Irigasi (DI) Way Umpu, Bendung Way Besai dan Suplesi Way Besai, serta Daerah Irigasi (DI) Komering. Hal ini sangat potensial dimanfaatkan untuk budidaya pertanian, perkebunan, budidaya ikan, dan pariwisata.
Secara umum Perekonomian daerah ditopang oleh lapangan usaha pertanian, lapangan usaha industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan dan lapangan usaha konstruksi dengan kontribusi rata-rata selama periode 2016-2020 mencapai 76,51%.

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *