Korban Eksekusi Tanah Concrong, Ambar Sari Soya “Keadilan Telah Ambyar”

  • Whatsapp
Ambar Sari Soya
Ambar Sari Soya

KabarRakyat.ID – Kandas sudah, upaya Ambar Sari Soya, warga Dusun Concrong, Desa Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mempertahankan rumah satu-satunya. Pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1349 yang dibelinya tidak berarti lagi dimata keadilan.

Padahal kata Ambar Sari Soya, bahwa SHM tersebut resmi dikeluarkan oleh lembaga pemerintah, Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ART-BPN) di Kabupaten Banyuwangi. Ia mengaku membeli dari orang sebelumnya, dan pernah mengkroscek ke BPN bahwa sertifikat itu asli, bukan Aspal (asli tapi palsu).

Read More

“Saya capek di hati. Keadilan telah hancur,” kata Ambar Sari Soya, sembari menangis di depan rumah saat petugas kuli angkut dari pihak pemohon eksekusi dan Panitera, Pengadilan Negeri (PN) usai pembacaan putusan eksekusi dari Mahkamah Agung, Kamis (20/2/2020), siang.

Ambar Sari Soya, tinggal berdua saja dengan putranya. Ia menetap dirumah sengketa sejak tahun 2011, lalu.

Ditanya sejumlah wartawan nilai beli tanah dan bangunan? Ambar Sari Soya mengaku membeli sebesar Rp. 120 juta. Sudah ada tanah dan bangunan. Bahkan, belum lama ini sempat direnovasi menghabiskan anggaran Rp. 25 juta.

Perempuan ini, terus sedih saat melihat rumah yang dibelinya dihancurkan. Tawaran negosiasi kembali oleh pihak termohon eksekusi tak digubrinya. Karena sudah tak memiliki apa-apa lagi. Bahkan saat ditanya uang ganti rugi (kerohiman), Ambar mengaku tidak akan mengambil uang kerohiman yang ditawarkan Rp, 10 juta.

Baca juga: Ambar Sari Terimbas Sengketa Tanah Concrong Rogojampi

“Saya nggak akan ambil ganti rugi. Saya habis banyak, diganti rugi hanya Rp. 10 juta,” ungka perempuan ini.

Sebagai pemilik syah SHM Nomor 1349, Ambar Sari Soya, kepada media ini dua bulan lalu, mengungkapkan tidak tahu menahu soal konflik antar keluarga ahli waris, keluarga Ashari dengan Hotijah dkk.

Telah diberitakan, Panitera PN Banyuwangi, Chairoel Fathah menyampaikan, eksekusi dilakukan sesuai putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht), Putusan PK Mahkamah Agung RI Nomor 299 PK/PDT/2018, Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI Nomor 1080 K/PDT/2013, Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Timur Nomor 313/PDT/2004/PT. SBY, serta Putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 30/PDT.G/2003/PN.BWI. Yang memenangkan pihak penggugat atas nama Ashari bin Junaidi.

Baca juga: Warga Concrong Datang ke Pengadilan Negeri Banyuwangi

Sementara Kuasa hukum penggugat, Wahyu Mustariyanto menyampaikan, eksekusi  tanah Concrong ini baru bisa dilakukan setelah sempat tertunda hingga empat kali penundaan sejak 2 Mei 2019.

Reporter: Fattahur/Jaenudin

Editor: Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *