Korban Pungli PTSL 2017 Demo Oknum Kepala Desa

  • Whatsapp
Demo PTSL Probolinggo
Warga penerima PTSL demo

Aksi demo warga Sokaan, tuntut pungli dana PTSL dikembalikan. 

KABARRAKYAT.ID, PROBOLINGGO – Tidak rela jadi korban pungutan liar seorang oknum pemerintah desa, inisial SOL (Solehudin), ratusan warga mengaku peserta program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) tahun 2017 demo di kantor desa Sokaan Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Senin (7/5/2018). Mereka menuntut uang senilai Rp. 500 ribu perbidang, ditarik tanpa dasar jelas segera dikembalikan.

Warga dalam tuntutannya, meminta SOL segera mengembalikan dana yang telah dibayar saat mengajukan proses sertifikat tanah. Untuk meluapkan kekecewaan, warga terpaksa gelar aksi dengan membawa poster kecaman, ratusan warga dari berbagai dusun di Desa Sokaan mendatangi kantor Desa setempat. Mereka meminta janji Kades akan mengembalikan uang pungutan program PTSL tahun 2017 lalu.

“Kami minta kades segera mengembalikan pungutan program PTSL sesuai dengan kesepakatan 13 April yang lalu. Dana itu sampai saat ini tak jelas kapan dikembakikan,” ungkap Abu Bakar, koordinator aksi warga Sokaan.

Program PTSL di Desa Sokaan dilaksanakan pada 2017 lalu diikuti oleh sekitar 480 warga. Diantaranya 180 warga sudah mendapatkan sertifikat. Sisanya 300 orang pemohon hingga kini belum mendapatkan sertifikat tanah.

Baca juga : Peras Kades Anggota LSM Terjaring OTT

Rata-rata warga yang mengurus sertifikat tanah melalui PTSL dipungut biaya antara Rp 1.250.000 hingga Rp 3.000.000 per-bidang tanah. Punggutan biaya tambahan PTSL akhirnya memicu gejolak warga. Alasanya, warga penerima program PTSL oleh pemerintah tidak dikenakan biaya tambahan.

Ketika warga melakukan proter Kades Sokaan Solehudin berjanji akan mengembalikan dana tambahan tersebut secara bertahap mulai 3 April 2018. Namun lebih sebulan pengembalian dana pungutan itu tidak terealisasikan. Sementara itu, warga juga mengungkapkan setiap warga juga dimintai dana Rp. 500 ribu saat sertifikat diserahkan.

“Kami juga meminta aparat kepolisian segera memproses kades yang telah melakukan pungli tersebut. Penegakan hukum harus dilakukan agar korupsi di Desa tidak terus berlangsung seperti saat ini,” beber Abu, Senin siang (7/5/2018).

Aksi demo warga ini tidak satu pun perangkat Desa Sokaan dan Kades SOL menjumpai warga demo. Terkesan perangkat pemerintahan desa mencari selamat sendiri–sendiri.

Terkait kasus dugaan pungli ini Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP. Riyanto membenarkan jika ada surat aduan yang kini masih dalam proses lidik.  Polisi menyita barang bukti berupa 5 sertifikat tanah yang ikut PTSL, 22 lembar surat pernyataan pengembalian uang. Serta uang tunai sebesar Rp. 3 juta dari tangan Kades.

“Status Kades Sokaan masih saksi dan kini dalam proses lidik,” jelas Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto, saat memantau aksi demo tersebut.

Reporter: Richard

Editor : Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *