KPU Menolak Berkas Syarat Dukungan yang Diserahkan Pasangan Satiyem-Sunaryanto

  • Whatsapp

KabarRakyat.ID – Setelah dilakukan penghitungan secara manual, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi menyatakan menolak berkas syarat dukungan Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan, Satiyem – Sunaryanto.

Pembacaan hasil Berita Acara (BA) penghitungan manual digelar, Selasa (25/02/2020) bertempat di Kantor KPU Banyuwangi, disaksikan, seluruh Komisioner KPU, Ketua Bawaslu, Hamim, dan kuasa Bapaslon Satiyem – Sunaryanto.

Read More

Dalam berita acara penghitungan, Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraini menyampaikan, syarat dukungan minimal yang diserahkan dan setalah dilakukan penghitungan hasilnya formulir model B.I KWK perseorangan, jumlah dukungan yang memenuhi syarat sebanyak 61.218 dukungan, yang tidak memenuhi syarat sebanyak 2.312 dukungan, jumlah sebaran memenuhi syarat 25 kecamatan.

Formulir model B 1.1 KWK perseorangan, jumlah dukungan memenuhi syarat 12.121 dukungan, jumlah dukungan tidak memenuhi syarat, 10.654 dan jumlah memenuhi syarat 24 kecamatan, yang tidak memenuhi syarat 1 kecamatan.

Formulir model B .2 KWK perseorangan, jumlah dukungan memenuhi syarat 12.121 dukungan, yang tidak memenuhi syarat, 10.654 dukungan, dan jumlah sebaran memenuhi syarat 24 kecamatan, tidak memenuhi syarat 1 kecamatan.

“Sesuai Surat Keputusan KPU Banyuwangi No. 307/PL02.2 kpt/3510/Kab.KPU/10/2019 tentang persyaratan jumlah minimal dukungan dan persebaran pasangan calon perseorangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi tahun 2020 menetapkan syarat dukungan minimal adalah 85.643 dukungan dan tersebar minimal di 13 kecamatan, berdasarkan hasil penghitungan di atas, maka KPU Kabupaten Banyuwangi mengambil keputusan menolak berkas syarat minimal dukungan untuk Bapaslon Satiyem – Sunaryanto dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Banyuwangi tahun 2020 dikarenakan kurang dari syarat minimal dukungan yang telah ditentukan KPU Banyuwangi,“ ucap Dwi Anggraini.

Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Banyuwangi, Ari Mustofa mengatakan, berkas syarat dukungan dan sebaran yang diserahkan Bapaslon Satiyem – Sunaryanto banyak yang tidak lengkap. Parameternya ada yang tidak tertempel fotocopy KTP elektronik, data pendukung tidak di isi, dan ada juga syarat dukungannya tidak di tanda tangani.

“ Setelah kami hitung secara cermat formulir B.1 KWK ada 61.218 yang memenuhi syarat dan lengkap, ada 2.312 yang tidak lengkap, parameter tidak lengkapnya tidak tertempel fotocopy KTP elektronik, ada data yang belum terisi dan ada yang tidak ditanda tangani pendukung, tetapi sebaran kecamatanya memenuhi,“ ucapnya.

Untuk formulir B 1.1 KWK yang berisi rakapan nama-nama pendukung yang diserahkan ke KPU, jumlahnya jauh dari angka, yang lengkap jumlahnya 12.121, yang tidak memenuhi syarat ada 10.654 tersebar di 24 kecamatan, ada 1 kecamatan yang belum mereka print dari aplikasi SILON.

“Ketika form B 1.1 KWK diserahkan, ada sekitar 20 desa yang belum di print, sebagaimana yang telah kita tetapkan, kami tidak bisa menerima berkas apapun setalah tanggal 23 Pebruarsi 2020 jam 24 : 00 WIB,“ jelasnya.

Menanggapi hasil keputusan KPU, kuasa Bapaslon, Heriyanto menyatakan menolak tanda tangan dan tidak bisa menerima hasil Berita Acara penghitungan manual syarat dukungan yang dilakukan KPU Banyuwangi.

“ Instruksi dari Bunda Satiyem, kami diminta untuk menolak hasil keputusan penghitungan yang dilakukan oleh KPU Banyuwangi karena tidak sesuai dengan jumlah syarat dukungan yang kami serahkan sebanyak 94 ribu lebih, KPU mencurangi kami,“ pungkasnya.

Reporter : Hariyadi

Editor : Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *