KSDA Jatim Bacakan Visum Penyu Hijau – Penyu Sisik Mati di Pulau Merah 10 Februari Karena ‘Sampah’ Plastik

  • Whatsapp
KSDA_Penyu Mati (2)
Pengumuman hasil Visum dua ekor penyu pati, pada 10 Februari di Kantor Kecamatan Pesanggaran oleh KSDA Jatim. Ft/Jaenudin/KabarRakyat

KabarRakyat – Kementerian Teknologi dan Pendidikan Tinggi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (UNAIR), Unit Pengujian Veteriner  Dan Analisis Pakan, Surabaya mengumumkan hasil visum dua ekor penyu mati yang ada di wisata Pantai Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (6/3).

Sebelumnya, di kabarnya, akan di visum di Laboratorium Universitas Udayana (UNUD). Ternyata diuji di Laboratorian (UNAIR) dan ditangani Balai Besar KSDA Jatim.

Read More

Bertempat di Pendopo, Kantor Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Pengumuman hasil visum dua ekor penyu yang mati dihadiri, beberapa pihak, diantara Polsek Pesanggaran, Danramil 0825/11 Pesanggaran, dan beberapa tokoh masyarakat.

Purwantono, Kepala Seksi  Kenservasi Wilayah V di Banyuwangi, bagian Balai Besar KSDA Jatim, di Jember mengatakan, “Kebetulan saya dipercaya untuk menyampaikan hasil visum dua ekor penyu yang mati pada tanggal 10 Februari 2020 yang lalu”.

Bersama ini, kami sampaikan hasil pemeriksaan panologi anaromi sempel kode lab. B.11/20 dua ekor penyu (Penyu hijau dan penyu sisik) yang telah ditetapkan dinekropsi pada tanggal 14 Februari 2020, pukul 14.00 wib .

Baca juga: Satu Ekor Penyu Mati di Pulau Merah Terpaksa Dikubur “Biar Tidak Bau”

Berdasarkan surat permohonan penyu, Balai Besar Konservasi Dan Sumber Daya Alam Jawa Timur. Sejenis :  A. penyu hijau, B. penyu sisik kelamin jantan dan betina dan umur 10 – 15 Tahun.

Yang di kirim ke unit pengajuan veteriner dan analisis pakan FKH UNAIR dengan hasil sebagai berikut: bahwa, Penyu Hijau dalam pemeriksaan eksternal terdapat sisa makanan rumput laut, dikomposisi lanjut pada seluruh organ, ekomulasi cairan pada rongga dan ditemukan benda asing plastik dan senar pada rongga intra coelomic.

“Dengan kesimpulan suspek peneumena asfiksia (tenggelam) waktu kematian selama 5 hari.”Kata Purwantono.

KSDA_Penyu Mati (1)
Camat Pesanggaran menerima hasil visum dari KSDA Jatim, hasil pemeriksaan Laboratorium Hewan UNEJ. ft/Jaenudin/KabarRakyat.

Purwantono menambahkan dengan hasil visum Penyu Sisik lambung sisa makanan dan benda asing plastik dan ditemukan benda asing pada seluruh organ usus dan makosa usus nampak perdarahan.

Inilah, hasil visum dua ekor penyu yang mati, agar masyarakat tidak bertanya tanya lagi. Kenapa dua ekor penyu yang mati ini menjadikan pertanyaan bagi masyarakat.

Dengan adanya satu ekor penyu yang mati lagi ini, nanti tetap kami bawa untuk di lakukan pemeriksaan lagi.

“Kami mengharapkan kepada masyarakat jagalah kebersihan lingkungan pantai pulau merah agar tidak ada lagi penyu mati lagi,” ungkapnya.

Camat Pesanggaran Sugiyo Darmawan menjelaskan dengan hasil visum dua ekor penyu yang mati ini pada bulan yang lalu sudah ada visum dari KSDA Jawa timur.

Baca juga: Korban Tenggelam Wisata Air Terjun Jaran Goyang Probolinggo Ditemukan

“Semoga apa yang sudah di sampaikan dua ekor penyu yang mati ini sudah di sampaikan hasil visum dua ekor penyu mati tersebut,” ujar Camat Sugiyo.

Sekali lagi, Camat Sugiyo, mengharapkan jagalah kebersihan lingkungan yang ada di Wisata Pulau Merah dan Jangan buang sampah plastik sembarangan tempat.

Reporter: */Jaenudin

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *