Kubu Pro dan Ganti Presiden Bertemu di Polres

  • Whatsapp
Pro dan Kongtra Jokowi (3)
Pro dan Kongtra Jokowi (3)

Perwakilan massa pro dan kontra di ruang Intelkam Polres Banyuwangi

KABARRAKYAT.ID – Gerakan #2019GantiPresiden jadi viral dan fenomena yang sedang hangat diperbincangan media sosial maupun masyarakat, hingga terjadi dualisme antar kelompok. Baru-baru ini, dua kubu yakni kubu pro Presiden Jokowi dan kubu 2019 Ganti Presiden mendatangi Polres Banyuwangi, Rabu (29/8/2018).

Kedua kubu yang datang bersama massanya ke Polres Banyuwangi untuk menyerahkan sepucuk surat. Kedua surat dari masing-masing kubu diterima Wakapolres Banyuwangi, Kompol Oskar Syamsudin.

Read More

Saat dikonfirmasi awak media mengenai maksud kedatangan ke Polres Banyuwangi, dari kubu 2019 ganti presiden ini menyerahkan surat ijin deklarasi 2019 Ganti Presiden. Sementara dari kubu Pro Presiden menyerahkan surat penolakan mengenai kegiatan deklarasi tersebut.

Ketua Panitia Deklarasi 2019 Ganti Presiden, Moh. Amrullah, SH mengatakan, kedatangannya ini untuk menyerahkan surat ijin deklarasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 September 2018 berlokasi di Gedung Wanita yang rencananya akan diikuti oleh massa sekitar 5000 masyarakat Banyuwangi yang berlatar belakang bukan dari partai politik, serta dihadiri Ustdzah Neno Warisman.

Amrullah menjelaskan, adanya aksi ini masyarakat tidak perlu takut, karena ini gerakan aspirasi dan dilindungi undang-undang. KPU maupun Banwaslu juga pernah menyampaikan bahwa tidak ada muatan politis dalam gerakan 2019 Ganti Presiden.

Mengenai antisipasi apabila nanti dalam aksi deklarasi terjadi penolakan maupun penghadangan, Amrullah menyakini Banyuwangi bisa kondusif.

Pro dan Kongtra Jokowi (5)
Foto bersama dengan Wakapolres Banyuwangi

“Jadi kami mengharapkan kalau ada massa diluar dari kami, kami persilahkan, mereka mau membuat gerakan tidak apa-apa. Tapi jangan membuat gerakan kami digembosi ataupun dihalang-halangi, jangan. Karena kami dilindungi undang-undang. Sekalipun mereka mengancam, itu bisa pidana. Tapi jika mereka mau membuat aksi tandingan ya tidak ada masalah,” jelas Amrullah.

Tujuan dari deklarasi itu sendiri, lanjut Amrullah, pihaknya menginginkan masyarakat bisa cerdas memilih pemimpin. Sudah saatnya nanti pada Pilpres 2019, ganti pemimpin, terutama pemerintahaan periode saat ini. Mengingat hutang Indonesia semakin menumpuk, lapangan pekerjaan sedikit dan susah, serta kemiskinan semakin meningkat, pungkas Amrullah.

Menanggapi aksi dari kubu 2019 Ganti Presiden, kubu pro Pemerintahan Jokowi dalam hal ini diwakili Eko Sukartono mengatakan, dengan tegas pihaknya juga akan menggerakkan massa untuk menolak aksi deklarasi 2019 Ganti Presiden tersebut.

“Alasan menolak adanya deklrasi ini sangat jelas. Bahwa persoalan ini belum tahapan pemilu serta menyinggung kelompok kita. Karena bagi kita, itu merupakan harga diri. Mereka sudah menuduh nama dengan #2019GantiPresiden, itu sudah menyinggung nama. Maka kami sebagai pendukung Jokowi, tentu aksi tersebut akan kami hadang,” tegas Eko.

Sebagai aksi dari penolakan 2019 Ganti Presiden, pihaknya tidak menarget berapa massa yang akan dikerahkan, tapi pasti ada massa yang akan melakukan penjagaan di Bandara Banyuwangi dan Gedung Wanita. “Masing-masing tempat tersebut akan dijaga sekitar 500 massa,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolres Banyuwangi, Kompol Oskar Syamsudin menuturkan, kedatangan kedua kubu atau kelompok tersebut sama-sama menyerahkan surat kepada kepolisian.

Yang pertama, salah satu kubu setelah mendengar informasi baik dari media sosial dan lain-lainnya, mereka datang ke kepolisian dengan membawa surat penolakan adanya gerakan deklarasi 2019 Ganti Presiden.

Kemudian kubu lainnya juga menyerahkan surat ijin kepada kepolisian mengenai akan digelarnya aksi deklarasi 2019 Ganti Presiden

Dengan situasi tersebut, Oskar menjelaskan, pihak kepolisian akan lebih mementingkan kepentingan umum. Jika kondisi maupun situasinya tidak kondusif tentu akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi kepolisian. Diserahkannya kedua surat dari masing-masing kubu, pihak kepolisian masih akan melihat situasi dan kondisinya.

“Yang jelas, kedua surat dari masing-masing kelompok sudah masuk di Polres Banyuwangi. Namun, untuk setuju atau tidaknya masih akan dikaji lagi sambil melihat situasi dan kondisi yang ada saat ini,” tandas Wakpolres.

Reporter : Fattahur

Editor : Coi/Choiri

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *