Kue Macu Jarang Ditemui Dalam Momen Lebaran

251 views
kue macu

Foto: kue macu (Ifa)

KABARRAKYAT.ID – H+4 Lebaran masih disibukkan silaturrahim ke rumah family. Selain tradisi bagi-bagi angpao, mencicipi kue dan masakan khas lebaran yang dihidangkan jadi tradisi.

Kue atau camilan merupakan hal wajib yang harus disuguhkan di atas meja dalam momen lebaran, tak lengkap rasanya jika tidak ada kue lebaran.

Yup betul kue lebaran! Namun kita patut bangga dengan berbagai sajian kue khas Indonesia yang sudah jarang ditemui. Entah itu kue basah ataupun kue-kue kering. Coba deh sejenak berpikir dan mengingat kembali kue apa saja yang tersaji di meja tetangga saat kamu mengunjungi mereka di hari lebaran. Pasti sudah kebayang sejumlah kue yang mulai jarang kamu temui saat ini

Keberadaannya sudah terganti dengan olahan roti kaleng pabrikan atau kue kering seperti nastar, kue salju, castangle dan berbagai kue lainnya. Macu salah satu kue lebaran yang sudah jarang ditemui lagi saata lebara. Kue yang terbuat dari ketan ini memiliki tekstur lembut didalam namun tidak terlalu keras di bagian luarnya. Dengan balutan gulali dan wijen, membuat rasanya enak dan unik. Beberapa tahun yang lalu kue ini bisa kamu temukan di rumah warga, namun kini tergilas oleh kue modern dengan berbagai variasinya.

suasana silaturrahim lebaran

Foto: KUE LEBARAN. Suasana silaturrahim antar keluarga. (Ifa)

Sutana (65) warga desa Gadingsari kecamatan Binakal, mengaku bahwa keberadaan kue ini sudah jarang ditemkan.

“Macu ini, kue tradisional yang sudah jarang ada. Kalau dulu lumayan banyak yang menjual kue ini,”ungkapnya pada kabarrakyat.id saat ditemui di rumahnya, Minggu (9/6/2019).

Selain jarang keberadaannya, proses pembuatannya bisa dikatakan cukup rumit.

“Buat kue ini ruwet. Caranya banyak. Bahkan banyak yang berhenti buat dan jual karemna ruwet, selain itu juga sudah kurang peminatnya. Kan suah banyak mari (red, biscuit kalengan). Kue Macu ini setau saya, 100 biji harganya 80ribu,” katanya.

Sutana juga membeberkan proses pembuatannya yang rumit.

“Beras ketan di rendam 2 hari 2 malam. Lalu dijadikan tepung, lalu jadikan adonannya seperti adonan donat. Kemudian rebus semasaknya, sampai mengapung. Jika sudah dingin di tumbuk. Lalu di keringkan, dan potong kecil-kecil, lalu di open. Kalau sudah mengembang lumuri dengan cairan gula merah yang kental dan hiasi dengan butiran nasi ketan atau wijen,”paparnya.

Reporter : Ifa

Editor : Setiawan

banner 970x90









Loading...

#bondowoso #jajan lebaran #kue khas lebaran #kue macu

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply