Langgar Kode Etik 11 KPPS Dinonaktifkan KPU Banyuwangi

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – KPU Kabupaten Banyuwangi non-aktifkan 11 orang anggota KPPS yang diduga langgar kode etik pemilihan Bupati Wakil Bupati Banyuwangi Pilkada Serentak, pada 9 Desember 2020.

Belasan anggota KPPS yang di sanksi non aktif itu, bertugas di 4 kecamatan dari 25 kecamatan. Yakni dari Kecamatan Blimbingsari, Rogojampi, Songgon dan Cluring.

Bacaan Lainnya

Dikonfirmasi Dian Purnawan selaku Komisioner KPU juga sebagai Pembinaan SDM menerangkan, sanksi non aktif pada anggota KPPS di empat kecamatan hasil dari keputusan bersama KPU dan Bawaslu Banyuwangi.

“Sanksi tegas yang kita lakukan adalah non aktif petugas KPPS kami. Mereka tidak diperkenankan untuk melanjutkan tugasnya sebagai KPPS sampai ada tindakan lebih lanjut dari KPU,” jelas Dian, Jumat, (11/12/2020).

Selain itu Dian juga menyebutkan, bahwa kejadian dugaan pelanggaran oleh para anggota KPPS, telah terjadi disejumlah wilayah Kecamatan.

“Ada 3 orang petugas di Kecamatan Blimbingsari, di Kecamatan Rogojampi 1 orang, Kecamatan Songgon 2 orang, dan di Kecamatan Cluring sebanyak 5 orang. Moga-moga saja jadi yang terakhir ya, jadi total semua sebanyak 11 orang petugas KPPS yang diduga melakukan pelanggaran” Papar Dian Purnawan.

Sementara itu, untuk TPS yang kekurangan petugas KPPS akibat penonaktifan anggotanya, KPU memindahkan beberapa petugas KPPS dari TPS terdekat untuk membantu pekerjaan di TPS yang petugasnya dinon-aktifkan.

“Jadi, untuk tetap memperlancar proses pemilihan, kami memindahkan anggota KPPS dari TPS terdekat untuk menggantikan KPPS yang telah kita non-aktifkan,” tutupnya.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *