Launching Buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel

  • Whatsapp

Wagub Emil Apresiasi Buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel Terbitan UINSA. Jadi Referensi Keislaman Nusantara dan Wali Songo.

KABAR RAKYAT – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengapresiasi buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel yang diterbitkan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Surabaya. 

Menurut Emil, sapaan akrab Wagub Jatim, bahwa buku tersebut dapat menjadikan pemikiran dan referensi baru mengenai Keislaman Nusantara dan Wali Songo. Sebab, Keislaman di Indonesia tidak terlepas dari peran Wali Songo. 

Bacaan Lainnya

“Kami yakin impactnya luar biasa dengan adanya buku ini. Terdapat kearifan lokal di dalamnya untuk memperkenalkan Islam Nusantara,” ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat Launching Buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel, Daya Center, Penguatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jumat (26/3).

Dengan diterbitkannya buku tersebut, Emil berharap, masyarakat mendapatkan pencerahan tentang ajaran Islam yang mengarahkan untuk adil, seimbang, bermaslahat, dan proporsional dalam semua dimensi kehidupan. Sehingga, buku tersebut tidak hanya sebagai buku bacaan saja, tetapi sebagai tuntutan dalam kehidupan beragama.

“Tidak hanya sebagai simbolis, namun ajaran Kanjeng Sunan Ampel mampu kita jaga, lestarikan, teruskan, dan kembangkan. Hingga kita betul-betul menjadi Islam yang moderat, toleran, inklusif, bisa menghargai, menghormati perbedaan-perbedaan di tengah keberagaman,” kata mantan Bupati Trenggalek ini. 

Emil Dardak yakin, buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel telah melalui proses yang panjang untuk bisa diterbitkan. Baik melalui FGD dan diskusi dengan para mubaligh, ulama, guru besar, sejarahwan Islam dan lainnya.

Sementara itu, Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas mengajak Civitas Kampus UINSA Surabaya untuk ikut mencerahkan dan memberikan edukasi secara optimal. Apalagi di tengah menguatnya narasi ajaran agama yang masih banyak ditafsirkan sebagai alat politik atau alat kepentingan tertentu, ketimbang sebagai inspirasi. 

Karena itu, Kampus UINSA khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi harus memiliki upaya yang kuat dan sistematis untuk mengarahkan energi umat Islam ke arah yang lebih esensial. Sehingga, agama akan lebih kontributif terhadap peradaban. 

Launching Buku Madzhab Dakwah Wasthiyah Sunan Ampel, Daya Center, Penguatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam yang dilakukan oleh Menag RI tersebut merupakan rangkaian dari Peringatan 50 Tahun Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINSA.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *