Lawyer BPD Kepundungan Sitegang Dengan Kasi Intel Kejaksaan

  • Whatsapp
Pengacara BPD Kepundungan ‘Marah’ ke Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi

KabarRakyat.ID – Seorang Lawyer bersitegang dengan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, gara-gara prosedural bertamu ke Kejaksaan dan rencana hendak audensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Seorang lawyer itu diketahui bernama Fendi Aditya, SH, MH, Kuasa Hukum Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepundungan, Muchlas Rofiq yang saat itu datang ke Kejaksaan bersama puluhan perwakilan BPD. Kedatangan mereka hendak melakukan audiensi dengan Kajari Banyuwangi, Adonis terkait persoalan yang terjadi di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono.

Read More

Namun saat itu, Fendi sempat bersitegang dengan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro di meja resepsionis Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Rabu (14/8/2019).

Ketegangan itu bermula dari Kasi Intelijen Bagus Nur Jakfar Adi Saputro yang memberikan penjelasan tata cara atau prosedural ketika masuk ke Kejaksaan dan memintai identitas perwakilan BPD termasuk identitas Fendi Aditya, SH, MH.

Dari sekitar 20 orang yang datang Kejaksaan, hanya 12 orang saja yang menyodorkan identitas.

Menurut Kasi Intelijen Bagus Nur Jakfar Adi Saputro menjelaskan, di Kejaksaan terdapat SOP yang harus dipahami untuk setiap orang yang datang untuk melakukan pertemuan.

“Jadi kami di Kejaksaan, setiap kali orang datang untuk bertemu ada SOP. SOPnya itu, mengisi buku tamu, meninggal KTP, menaruh barang bawaan ke loker. Setelah itu diberikan id card tamu,” jelasnya.

SOP itu, kata Bagus, sudah berjalan lama dan merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat yang bertandang ke Kejaksaan.

“Artinya pada saat kita memulai wialayah bebas korupsi, kita sudah lakukan itu. Dengan kita memberikan pelayanan seperti ini, Kejaksaan sudah mulai berbenah, seharusnya masyarakat juga menghormati apa yang menjadi etika dalam rumah kami, Kejaksaan,” paparnya.

“Makanya pada saat kami menanyakan, apakah penasehat hukum membawa identitas. Saat saya menanyakan, saya tidak mendapat jawaban. Ternyata penasehat hukum menyodorkan kartu anggotanya,” ujarnya.

Reporter : Fattahur

Editor : Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *