Minggu, Desember 6, 2020
Beranda EKONOMI Lumbung Pangan Jatim Gandeng BUMDes Perluas Layanan Sembako Murah untuk Masyarakat

Lumbung Pangan Jatim Gandeng BUMDes Perluas Layanan Sembako Murah untuk Masyarakat

KABAR RAKYAT – Lumbung Pangan Jatim terus berinovasi memperluas jangkauan lebih luas masyarakat dalam memperoleh sembako murah di bawah harga pasar.

Terbaru, Lumbung Pangan Jatim menggandeng BUMDes di sejumlah  kabupaten  Jatim untuk lebih mendorong tumbuhnya ekonomi di pedesaan.

Dengan sistem menggandeng BUMDes, maka selain masyarakat mendapat akses sembako murah, BUMDes juga mendapat keuntungan dari setiap pembelanjaan sembako di Lumbung Pangan Jatim.

Sistem yang digunakan dalam integrasi Lumbung Pangan dan BUMDes tepatnya yaitu BUMDes mengambil peran sebagai pihak yang ikut memasarkan produk Lumbung Pangan atau sebagai dropshipper.

Baca: Gubernur Khofifah Ajak Semua Komponen Bangkitkan UMKM Untuk Percepat Pemulihan Ekonomi di Jatim

BUMDes bukan sebagai gudang melainkan Lumbung Pangan Jatim akan mengirimkan paket sembako sesuai dengan pembelian dari masyarakat di daerah tersebut.

“Inovasi dari Lumbung Pangan Jatim untuk bisa memperluas manfaat ekonomi. Bukan hanya masyarakat yang dapat untung namun BUMDes juga dapat keuntungan ekonomi,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa,  Selasa  (15/9/2020), di Gedung Negara Grahadi.

Dalam pelaksanaannya BUMDes berperan sebagai dropshipper sekaligus agen PT Pos. Setiap masyarakat yang membeli paket sembako, Lumbung Pangan Jatim akan mengirimkan langsung ke BUMDes melalui PT Pos dengan gratis ongkir.

Setiap paket sembako yang berhasil dipasarkan oleh BUMDes, BUMDes akan mendapatkan keuntungan Rp 5000 per paket sembako.

Baca: Layanan Gratis Ongkir Lumbung Pangan Jatim Jangkau 19 Daerah

Selain itu juga ada tambahan bila akumulasi penjualan oleh BUMDes dalam sebulan diatas 1.000 pemesanan, maka Lumbung Pangan Jatim akan memberikan tambahan Rp 1,2 juta pada BUMDes.

Layanan Lumbung Pangan Jatim

Dan jika pemesanan lebih dari 1.500 per bulan, akan mendapatkan tambahan Rp 3 juta dari Lumbung Pangan Jatim.

“Yang belanja tetap dapat sembako murah karena harga yang dipasarkan BUMDes sama dengan harga di outlet, website, maupun aplikasi. Ongkirnya juga tetap gratis, dan tetap bisa COD,” tegas Khofifah.

Layanan menggandeng BUMDes ini sejatinya juga disebabkan Pemprov Jatim ingin menjangkau masyarakat pedesaan yang belum terbiasa menggunakan gadget. Sehingga mereka tetap bisa mengakses layanan sembako murah Lumbung Pangan Jatim.

Baca: Denda Pelanggaran Prokes di Bondowoso Disesuaikan Ekonomi Warga Masyarakat

Penanggung jawab Lumbung Pangan Jatim Erlangga Satriagung menyebutkan sistem integrasi BUMDes ini sudah diuji coba di lima kabupaten. Yaitu di Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto. Dan antusiasme masyarakat belanja lewat BUMDes cukup besar.

“Uji coba kami lakukan sejak akhir Agustus kemarin, di lima kabupaten dengan 16 BUMDes sudah ada 259 transaksi dengan total transaksi Rp 28,1 juta. Kita menganalisa bahwa antusiasme masyatakat cukup tinggi dan akan positif dalam mengembangkan BUMDes,” papar Erlangga.

Belanja sembako murah Lumbung Pangan di BUMDes, masyarakat dapat harga sembako di bawah harga pasar, cukup dengan mengisi google form saja tanpa keluar rumah, pembayaran dilakukan di tempat (COD), dan juga mendapatkan masker gratis dari Lumbung Pangan.

Ke depan, Lumbung Pangan Jatim siap memperluas sasaran integrasi dengan BUMDes mengingat sudah banyak BUMDes di Jatim yang memiliki usaha toko dan menjadi agenpos.

Baca: Menko Luhut Rakor Penanganan COVID-19 Jatim dan Jateng

Per September 2020 sudah ada 62 BUMDes di Jatim yang memiliki usaha toko dan menjadi agenpos. Mereka menjadi sasaran yang siap untuk diajak integrasi perluasan layanan sembako murah Lumbung Pangan Jatim.

“Target kita adalah 523 BUMDes yang memiliki usaha toko di Jatim bisa kita integrasikan sehingga akan mendekatkan layanan sembako murah gratis ongkir pada masyarakat di pedesaan,” pungkas Erlangga.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca