Monday, September 21, 2020
Home BERITA Lunturnya Nilai Pancasila Dalam Perkembangan Teknologi

Lunturnya Nilai Pancasila Dalam Perkembangan Teknologi

- Advertisement -

hoax

Pada saat ini, Bangsa Indonesia mengalami krisis moral yang berkepanjangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, generasi penerus bangsa saaat ini bukanlah seperti generasi pada masa dahulu yang rela berkorban hidup dan mati memperjuangkan bangsa Indonesia, akan tetapi sebaliknya pada generasi sekarang, mereka malah memperburuk kondisi Bangsa Indonesia dengan moral yang memprihatinkan. Maraknya kenakalan remaja seperti tawuran, pergaulan bebas dan berbagai perilaku menyimpang lainnya merupakan bukti bahwa moral generasi penerus bangsa ini sudah sangat rusak. Jika disebutkan secara terperinci tentang potret kerusakan moral yang terjadi pada generasi muda bangsa ini, mungkin tidak ada habisnya. Hal ini dapat kita rasakan secara nyata dampak yang ditimbulkan oleh krisis moral yang terjadi saat ini. Jika terus seperti ini, akan jadi seperti apakah bangsa Indonesia dimasa mendatang ?

Kecanggihan teknologi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral. Seseorang dapat berperilaku buruk akibat penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. Efek dari Kecanggihan teknologi tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak kecanggihan teknologi ini dapat dirasakan oleh semua kalangan, bukan hanya orang dewasa, orang kaya, pengusaha ataupun orang-orang yang ahli dalam bidang teknologi saja, melainkan dari kalangan remaja, anak-anak, orang yang awalnya tidak mengerti akan teknologi, bahkan anak-anak yang masih di bawah umur juga dapat merasakan dampak kecanggihan ini.Akan tetapi dampak kecanggihan teknologi ini menyebabkan menghilangnya norma dan nilai serta sopan santun yang ada di masyarakat akibat pengaruh teknologi membuat generasi muda tidak lagi mengindahkan moral yang ada di Indonesia. Tidak sedikit dari para pelajar yang menggunakan internet yang tidak mengakses sesuatu hal yang sewajarnya, mereka telah memanfaatkan internet dengan menyalah gunakan kecanggihan teknologi dengan mengakses situs-situs yang mengandung unsur pornografi baik berupa gambar maupun video yang semuanyla itu sangat tidak wajar untuk ditampilkan dan disebarluaskan bagi para pengguna internet, khususnya para pelajar untuk memanfaatkan dengan menyaksikan tayangan-tayangan serta gambar-gambar budaya asing yang tidak normatif. Membuka situs-situs video pornografi, gambar pornografi tidak sesuai dengan hal yang dibutuhkan di dalam bidang pendidikan. Hal ini sangat mempengaruhi moral para pelajar yang sangat menurun drastis, jika dilihat dari segi dampaknya ke moral itu lebih cenderung banyak yang negatif daripada yang positif. Buktinya saja saat ini maraknya pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pelajar. Mereka tidak malu untuk melakukan hal-hal seperti itu bahkan ada juga yang bangga setelah melakukan adegan seperti kemudian di publikasikan di internet. Dari sini kita dapat menilai, betapa buruknya moral para pelajar saat ini.

Lingkungan pergaulan seorang remaja juga sangat mempengaruhi perkembangan moral. Jika tidak pandai memilih remaja bisa terjerumus kepada teman yang membawa dampak buruk bagi dirinya. Kualitas keimanan seorang remaja juga sangat mempengaruhi perkembangan moral.

Untuk mengatasi berbagai kerusakan moral yang terjadi pada generasi penerus bangsa, maka solusi agar nila-nilai pancasila tetap menjadi acuan dasar nilai dan norma-norma serta sopan santun bagi masyarakat dan menjadi pegaangan bagi dirinya sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Menanamkan pendidikan karakter sejak dini
  2. Memilih teman bergaul dan lingkungan yang tepat
  3. Mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik
  4. Memperluas wawasan dan pengetahuan di ranah ilmu pengetahuan dan kehidupan social
  5. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam diri
  6. Mengadakan pendidikan moral dan pengembangan karakter pada mata pelajaran yang diajarkan di sekkolah.
  7. Maka pentingnya penerapan Pancasila dimulai sejak dini.
Penulis: Della Devina Ardiany, Mahasiswi Universitas Islam Malang (UIM), Kelas Administrasi A.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER