Monday, October 26, 2020
Home JATIM BONDOWOSO M. Nuh Cek Perubahan Status Klinik Menjadi RSIA NU

M. Nuh Cek Perubahan Status Klinik Menjadi RSIA NU

REPORTERIfa Bahsa
- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Yayasan RS Islam Jatim memberi suport pada Klinik NU Bondowoso menaikan status Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA NU).

Rencana perubahan status klinik menjadi rumah sakit ditinjau oleh Ketua Yayasan RS Islam Jatim, Prof. Muhammad Nuh, Sabtu (26/9) sore.

Dalam kunjungan kali ini, Muhammad Nuh yang juga menjabat Ketua Dewan Pers periode 2019-2022 tersebut melakukan rapat koordinasi dengan tim alih status.

“Yayasan RS NU Bondowoso sudah sangat tepat, karena persoalan yang dihadapi adalah layanan kesehatan,” katanya.

Berdasarkan kajian sementara bahwa rasio jumlah penduduk Bondowoso kurang lebih antara 800 – 900 ribu jiwa kapasitas bet masih kurang 300-400.

Bila dibangun, sebaiknya desain RS NU dimulai dari IGD harus ada ruang negative pressure, untuk menangani penyakit menular seperti TBC dan sebagainya.

“Sehingga virus dari dalam ruangan tidak menyebar kemana-mana,” imbuhnya.

“Contoh di RS. Soetomo yang merupakan RS terbesar dengan 1.500 bet. Baru punya satu atau dua. Sehingga dengan ini RS NU ini friendly dengan penyakit menular,” paparnya.

Dalam transisi ini kata dia, harus ada empat tahapan yang diperhatikan. Yakni pertama aspek legal atau perijinan.

“Tapi untuk ini (legal/ijin) katanya sudah selesai,” terangnya, sambil menunjuk ke arah H. Ahmad Dhafir Ketua DPRD.

Kedua tentu adalah kesiapan fisik atau bangunan. Idealnya bukan berbentuk poli klinik lagi.

“Termasuk spesialis-spesialis dasar harus dipenuhi. Tidak hanya dokter umum, dan satu dua spesialis,” terangnya.

Tatat kelola manajemen juga harus berubah dan dikembangkan lagi. Karena manajemen klinik dan rumah sakit sangat berbeda.

“Nanti kan juga dikawinkan dengan BPJS dan asuransi-asuransi, dan reportnya juga menggunakan IT,” imbuhnya.

Pantuan di lokasi,  selain melihat bangunan dan fasilitas yang ada. Prof Nuh juga meninjau langsung kesiapan lahan, kurang lebih sekitar dua hektar.

Sementara itu, Ketua Tim Transisi RS NU Bondowoso, Ahmad Dhafir mengatakan, yang perlu disiapkan adalah fasilitas dan mengorganisir kembali. Agar bisa menjadi rujukan, khususnya warga NU.

“Lahannya sudah dibebaskan dan ada yang tukar guling,” jelasnya.

Pihaknya siap membangkitkan RSAI NU tersebut, dengan memberikan subsidi kepada tenaga medis.

“Siap mensubsidi gaji tenaga medis selama setahun, dimulai bulan ini, sehingga paramedis aktif selama 24 jam. Bahkan spesialis kandungan siap buka praktik di sini,” terangnya.

Sementara untuk ijin peralihan status dari Klinik NU ke Rumah Sakit Ibu dan Anak NU Bondowoso, sudah selesai.

“Ijin Rumah Sakit Ibu dan Anak sudah terbit, kami sudah bisa praktik,” terangnya.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca