Tehnik Poliwangi Sulap Limbah Tebu jadi Bata Lego

  • Whatsapp
Bata Lego Inovasi Terbaru Poliwangi
Bata Lego Inovasi Terbaru Poliwangi

BANYUWANGI – Mahasiswa Politeknik Banyuwangi Negeri jurusan Program Studi Teknik Sipil mampi berinovasi dengan temuan baru. Produk bernama Batu Bata Lego Ekspose itu, terbuat dari bahan dasar limbah, satu contoh limbah abu dari serabut kelapa yang sudah terbuang.

Diberi nama Baru Bata lego, karena hasil produksi sangat mirip dengan permainan Lego. Yang diproduksi dengan menggunakan mesin cetak bata. .

Koordinator Program Studi Teknik Sipil Politeknik, Zulis Erwanto, S.T, M.T mengatakan, inovasi ini merupakan Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dari Direktorat Sistem Inovasi dan Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2017.

pelatihan kerja
Mahasiswa Poliwangi beri pelatihan praktek pembuatan batu bata lego pada masyarakat

Bata Lego akan diperkenalkan kepada masyarakat dengan cara memberikan pelatihan langsung cara mengolah Batu Bata Lego Ekspose berbahan limbah abu serabut kelapa dan abu ampas tebu dengan memanfaatkan teknologi modern kepada pengusaha batu bata konvensional di Desa Kembiritan Kecamatan Genteng. Melalui program CPPBT ini, pengusaha batu bata konvensional di Dusun Pandan Desa Kembiritan tersebut dibekali mesin pencetak Batu Bata Lego.

Pembuatan Batu Bata Lego Ekspose ini bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar terhadap produk batu bata yang menonjolkan nilai artistiknya. Komposisi Batu Bata Lego Ekspose ini meliputi tanah liat, pasir, semen dan abu dengan perbandingan 4:3:2:1. Selain komposisi utama tersebut, bisa diberi tambahan pewarna semen untuk alternatif jika ingin Batu Bata Lego Ekspose lebih terlihat artistik dan berwarna, juga diberi sedikit tambahan alkali sebagai pengeras bata.

Dari segi biaya konstruksi, Batu Bata Lego Ekspose ini lebih murah dibandingkan dengan batu bata ringan pabrikasi. Dari segi waktu pekerjaan pemasangan dinding lebih efektif dibandingkan pemasangan batu bata ringan pabrikasi. Tapi dari segi kualitas, Batu Bata Lego Ekspose ini jauh juga lebih baik karena bisa meningkatkan kearifan lokal, papar Zulis.

Mengenai spesifikasi, Batu Bata Lego Ekspose memiliki ukuran 250 x 125 x 65 milimeter atau 300 x 150 x 100 milimeter, mempunyai berat  badan kurang lebih 2 sampai 3 kilogram dengan penyerapan air sekitar 5 – 6 persen serta density sekitar 1550 kilo gram per meter kubik.

Batu Bata Lego Ekspose ini mudah dipasang, karena bentuknya seperti Lego. Lubang di dalamnya bisa diisi mortar sebagai pengikat antar batu bata tanpa memperlihatkan lapisan spesi sehingga permukaan dinding lebih rapi dan bagus.

Dengan adanya temuan Batu Bata Lego Ekspose ini, diharapkan pendapatan pengusaha batu bata konvensional di Banyuwangi semankin meningkat serta memotivasi calon wirausahawan baru untuk menciptakan Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dengan mengembangkan Batu Bata Lego Ekspose dan dapat diaplikasikan dalam pembangunan di Kabupaten Banyuwangi khususnya dalam pengembangan perumahan-perumahan di Banyuwangi.

Reporter  : Fattahur

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *