Mahasiswa Tehnik Mesin Itu Wafat Sebelum Diwisuda

  • Whatsapp
Berduka_Direktur Poliwangi, H. Son Kuswadi, Dr. Eng.
Berduka_Direktur Poliwangi, H. Son Kuswadi, Dr. Eng.

BERDUKA: Direktur Poliwangi, H. Son Kuswadi, Dr. Eng mengungkapkan rasa duka mendalam

KABARRAKYAT.ID – Bagi kebanyakan keluarga dan seorang mahasiswa, hari kelulusan menjadi hari yang paling dinanti. Sayangnya hari kelulusan tidak sampai dirasakan Ahmad Aqil Anwar, mahasiswa teknik mesin Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), asal Desa Kawang Kecamatan Muncar lebih dulu meninggal dunia empat hari sebelum di wisuda.

Bacaan Lainnya

Bayu Sanjaya (20) Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar, salah satu kerabatnya ini mengaku, hingga Aqil menghembuskan nafasnya, penyebab kematiannya tidak diketahui. Mendiang almarhum, hanya mengeluh sakit kepala dari dua minggu lalu.

Putra dari pasangan Dasuki dan Fatim Busro dilarikan ke rumah sakit PKU Muncar. Sayangnya, pusing yang dideritanya tak kunjung reda. Kemudian Aqil dirujuk untuk dirawat inap di rumah sakit Al-Huda Genteng. Bahkan, hasil ct scan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit Aqil. Hingga akhirnya, Aqil meninggal dunia saat dirawat di ruang ICU pada 2 Oktober 2018.

Nuraini Lusi, S.Pd., M.T. selaku dosen pembimbing dari almarhum mengatakan, Aqil merupakan mahasiswa berprestasi. Prestasi yang di raih antara lain menjadi salah satu mahasiswa yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi di PT. PAL Indonesia, menjadi mahasiswa yang lulus tepat waktu, lulusan termuda Program Studi Teknik Mesin, dan penerima beasiswa dari Bank Lippo.

Bahkan, Aqil sebagai wisudawan termuda dari Program Studi Teknik Mesin dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3.84. Sayangnya, pihak keluarga yang rencananya akan menerima ijazah pada saat wisuda tidak hadir.

Sabtu (6/10/2018) Poliwangi mewisuda 249 mahasiswa,  terdiri dari 87 mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, 23 Teknik Sipil, 18 Teknik Mesin, 63 Manajemen Bisnis Pariwisata, 24 Teknologi Pengolahan Hasil Ternak, dan 34 Agribisnis. Prosesi Wisuda dilakukan di Ballroom el Royal Hotel. Sementara IPK terbaik diraih Ema Tri Puji Lestari Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.95 dari Program Sarjana Terpan.

Direktur Poliwangi, H. Son Kuswadi, Dr. Eng mengungkapkan, pihaknya maupun universitas sangat berduka karena kehilangan mahasiswa terbaiknya.

“Kita sangat berduka karena seluruh proses untuk wisuda sudah selesai,” ungkap Son.

Son Kuswadi menambahkan, pihaknya telah mendatangi orangtua almarhum untuk hadir dalam prosesi wisuda dan menerima ijazah Aqil. Sayangnya mereka tidak hadir, mungkin masih merasakan duka yang mendalam, pungkas Son.

Reporter : Fattahur

Editor : Coi/Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *