Tuesday, August 11, 2020
Home KAB KEDIRI Mantan Camat Kras Kediri Dipolisikan, Korban Janji Palsu Merugi Rp. 125 Juta

Mantan Camat Kras Kediri Dipolisikan, Korban Janji Palsu Merugi Rp. 125 Juta

KABAR RAKYAT – Satuan Reskrim Polres Kediri menerima laporan mengenai dugaan kasus penipuan yang dilakukan oleh salah satu mantan Camat Kras Kabupaten Kediri. Mantan Camat tersebut inisial SH. Dia diduga memberikan janji jabatan dalam proses pengisian perangkat desa di Kecamatan Kras. Bahkan, korbannya mengaku merugi material hingga Rp. 125 juta.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono melalui Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Gilang Akbar mengatakan, kejadian berawal pada tahun 2016 lalu seluruh Kades se-Kecamatan Kras diundang oleh SH ke pendopo Kecamatan Kras.

Baca: Heru Pratista Siap Mendampingi Ketua PKB Joni Subagio ‘Tarung’ di Pilkada Banyuwangi

Dia menyampaikan kepada Kades bahwa di Kabupaten Kediri membuka pengisian perangkat desa yang mana di pemerintah desa ada perangkat desa yang kosong. Selain itu SH juga meminta para Kades untuk mempersiapkan diri, serta menyampaikan kalau Kades punya calon yang akan diajukan supaya dikondisikan.

“Saat itu, tahun 2016, ada lima desa yang akan mengisi perangkat desa yaitu Desa Kanigoro, Desa Kras, Desa Jambean, Desa Pelas, dan Desa Butuh,” tutur AKP Gilang, Selasa (21/7/2020).

AKP Gilang mengungkapkan, lima desa tersebut sudah mensosialisasikan kepada masyarakat dan masuk pada tahapan pendaftaran, namun pada saat itu kegiatan tersebut sempat ditunda pelaksanaanya karena peraturan belum turun.

Baca: Mobil Baksos Kemensos Masuk Jurang di Gunung Gamping Pesanggaran

Meskipun sempat ditunda, namun SH menghubungi Kades Kanigoro untuk mempersiapkan diri. Berdasarkan keterangan Kades Kanigoro kepada personel Satreskrim, SH menyuruh Kades Kanigoro untuk memintakan uang kepada calon yang akan diusung.

“Pertama pelaku meminta uang sebesar Rp 25 juta, oleh Kades Kanigoro uang diserahkan kepada pelaku secara tunai di ruang kerja Camat Kras dan diterima langsung oleh pelaku,” ungkap AKP Gilang.

[the_ad id=”29596″]

Kemudian, lanjutnya, beberapa bulan berikutnya SH kembali meminta uang kepada Kades Kanigoro sebesar Rp 50 juta.

“Ini terjadi pada Juni 2016, akhirnya Kades memberikan uang Rp 50 melalui transfer antar bank. Tak selesai sampai di situ, di awal tahun 2017, pelaku kembali meminta kepada Kades uang sebesar Rp 50 juta dan diserahkan secara tunai di ruang Camat Kras,” ujarnya.

Baca: Mulai Minggu Ini, Setiap Hari Jumat SMA Sederajat Di Bondowoso Diwajibkan Berbahasa Madura

Setelah peraturan pelaksanaan pengisian perangkat desa diterima, kata AKP Gilang, kuota satu kecamatan hanya dua desa. Karena kuota tersebut, akhirnya Desa Banjaranyar ditunjuk untuk mengikuti pengisian perangkat desa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER