Mantan Suami Dipolisikan Mantan Istri Atas Dugaan Palsu Akta Kelahiran Anak

  • Whatsapp
Foto Fattahur
Foto Fattahur/ KabarRakyatID

KabarRakyat.ID – Anang S (48) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi dilaporkan mantan istrinya, Nining (28) ke Polres Banyuwangi lantaran diduga memalsukan Akta Kelahiran.

Anang selanjutnya diperiksa Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Banyuwangi, Rabu (21/8/2019).

Read More

Terlapor melalui Kuasa Hukumnya, Hardian Arif Darmawan, SH, MH mengatakan, ia mendampingi kliennya dipanggil Unit PPA Polres Banyuwangi terkait klarifikasi dugaan pemalsuan akta kelahiran anak pertamanya dengan Nining warga Malang yang kabarnya sudah berdomisili di Desa Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.

“Disangkakan ada yang dipalsukan dokumennya, sedangkan klien saya tidak pernah memalsukan. Yang memohonkan akta kelahiran itu mereka berdua (Nining dan Anang) melalui biro jasa dari kantor desa,” kata Hardian.

Hardian menyebut, kliennya merupakan ayah kandung dari anak ADS.

“Anang, orang tua kandung dari ADS yang lahir pada Tahun 2011. Klien kami dan Nining dulunya sempat pacaran kemudian hamil dan menikah. Pada waktu hamil 1 bulan, keduanya menikah siri di Surabaya dengan disaksikan kedua orang tuanya. Dan di tahun 2013, mereka menikah secara syah,” ungkapnya.

Selanjutnya di tahun 2014, lanjut Hardian, keduanya melakukan pengajuan akta kelahiran sebelum tahun perceraian antara keduanya di tahun 2016.

“Berdasarkan keterangan dari klien saya, bahwasannya syarat untuk mengajukan akta kelahiran, ini tadi sudah dipenuhi. Tidak ada yang dipalsukan oleh klien saya. Terkait ada salah prosedur, kita tidak ngerti. Unsur palsu itu-kan harus ada niat, niat yang timbul untuk memalsukan akta otentik berupa akta kelahiran,” bebernya.

“Makanya kita juga bingung, akta otentiknya dari mana, sedangkan di salinan putusan pengadilan, pemohon Nining mengakui mempunyai anak dari hasil perkawinan inisial ADS yang lahir sebelum pernikahan. Dan salinan putusan resminya itu sedang kita mintakan ke Pengadilan di Malang,” ujarnya.

Menurut Hardian, kliennya tidak pernah menghalang-halangi mantan istrinya untuk bertemu anaknya, kalau memang niatan untuk anak.

“Malah Ini tadi dapat kabar ADS dibawa paksa oleh Nining. Kita sendiri tidak mempermasalahkan terkait itu, soalnya anak tidak boleh dijadikan korban dalam hal ini,” tuturnya.

Disisi lain, Hardian menambahkan, pihaknya akan melaporkan balik karena di akta cerai ada identitas alamat yang dipalsukan oleh Nining.

“Makanya pihak kita tidak tahu kalu digugat. Dan ini akan kita laporkan balik ke Polres Kepanjen terkait pemalsuan identitas alamat” imbuhnya.

Terkait biro jasa yang melakukan pengurusan akta kelahiran ADS, kliennya mengaku lupa karena yang lebih tahu dan kenal dengan biro jasa.

“Kebetulan ibu dari Nining ini punya kenalan baik dengan biro jasa tersebut. Dan diuruslah oleh biro jasa. Semua yang melakukan proses pembuatan akta, buku nikah dan menyerahkan sejumlah uang kepada biro jasa tersebut ialah mantan istrinya,” imbuhnya lagi.

Reporter : Fattahur

Editor : Choiri



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *