Masyarakat Sadar Wisata Usul Tujuh Syarat ke Investor Pulau Tabuhan

  • Whatsapp
14dd7_pulau-tabuhan
Pulau Tabuhan ft. Istimewa/HARIYADI

KabarRakyat – Puluhan warga tinggal disekitar pesisir Wongsorejo, Banyuwangi langsung memberikan respons terkait pengembangan Pulau Tabuhan. Salah satunya adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata Bangsring Sukirno Wildan. Sukirno menyatakan mendukung pengembangan Tabuhan selama tujuh syarat yang diajukan oleh mereka dapat dipenuhi.

Di antaranya kapal nelayan diizinkan untuk bersandar saat musim buruk, areal Pulau Tabuhan tetap terbuka sebagai area fishing ground, kegiatan transportasi wisata melibatkan kapal angkutan masyarakat lokal, atraksi wisata melibatkan potensi lokal,  terbuka untuk semua wisatawan yang ke Pulau Tabuhan, hingga menyediakan sarana ibadah mushola untuk umum.

“Karena Pulau Tabuhan sudah menjadi bagian aktivitas keseharian dari kehidupan. Kami meminta syarat tersebut bisa dipenuhi dan tertuang dalam perjanjian tertulis,” harap Sukirno.

Menanggapi keinginan warga tersebut, perwakilan EBD Paragon Indonesia Zulfiadi Suprayitno akan mengakomodasi keinginan Pokdarwis dan kelompok nelayan. Pengembangan pulau indah itu tidak akan mengurangi aktivitas yang sudah berjalan, bahkan akan dilengkapi fasilitasnya.

“Karena kami ingin pengembangan Pulau Tabuhan juga bisa mengoptimalkan ekonomi baik bagi warga sekitar,” ujarnya.

“Tetap dilakukan dalam kerangka ramah lingkungan. Bahkan salah satu orientasi kami membangun penyulingan air laut menjadi air tawar agar bisa melakukan reboisasi hutan dan menambah tegakan pohon di Pulau Tabuhan,” tegas Zulfiadi.

Di akhir dialog, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan, pemkab telah  mempertimbangkan secara matang pengembangan pariwisata di Pulau Tabuhan. Pengembangan Pulau Tabuhan juga dilakukan sesuai regulasi yang ada.

“Dialog ini menjawab semua pertanyaan warga. Mulai dari luasan lahan, rencana pelibatan masyarakat, hingga peruntukan Pulau Tabuhan. Di sertifikat telah disebutkan bahwa status Pulau Tabuhan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata yang selaras dengan konservasi,” ujarnya.

Pemkab, sambung Anas, akan terus menggelar dialog bersama warga untuk membangun kesepahaman. “Karena nanti ujungnya adalah manfaat ke warga,” ujar Anas.

Reporter: Hariyadi

Editor: Rony DE

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *