Melihat Aktifitas Peternakan Ayam di Banyuwangi Terkenal Ramah Lingkungan

  • Whatsapp

Ilustrasi Ft. PIXABAY
Ilustrasi Ayam Petelur. Ft. PIXABAY

KABAR RAKYAT – Kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Banyuwangi meningkat di tengah pandemi COVID-19. Semisal kebutuhan telur, cukup dari pasokan telur ayam hasil produksi peternakan lokal.

“Kebutuhan telur meningkat, karena berhubungan dengan daya imunitas. Kebijakan stay at home juga berdampak kepada para ibu-ibu untuk inovasi dengan produksi berbagai olahan telur. Yang membanggakan kebutuhan telur daerah dari peternak lokal,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat berkunjung di peternakan ramah lingkungan, Wijoyo Farm di Desa Yosomulo Kecamatan Gambiran, Senin (18/1).

Wijoyo Farm adalah peternakan ayam di Banyuwangi yang dikelola secara modern gunakan mesin. Peternak memiliki sekitar 75.000 ekor ayam yang mampu produksi 20.000 butir telur atau 2 ton telur.

“Dari tehnologi modern ini, peternakan yang biasa bau menjadi dikenal tidak bau,” ujar Anas.

Peternakan ayam ini terdiri dari tiga lantai. Lantai paling atas digunakan sebagai kandang ayam. Kandangnya bersih dan terdapat pendingin udara yang disesuaikan dengan suhu ruangan.

Ayam dibersihkan tiap hari. Demikian juga untuk pakan tiap hari dilakukan sterilisasi agar tidak terdapat lalat.

“Tiap hari kami lakukan sterilisasi terhadap ayam dan pakannya, agar ayam sehat tidak mudah terserang penyakit,” kata Agus Wijaksono, Direktur Wijoyo Farm.

Kandang ini menggunakan mesin yang bisa langsung mengambil telur, dan mengirimkan ke lantai dua. Di lantai ini dilakukan sortirisasi memilih dan meletakkan telur yang telah disterilisasi sebelumnya.

Sementara limbah seperti kotoran ayam langsung diturunkan ke lantai dasar dan dikeringkan sehingga tidak berbau, yang selanjutnya dikirim ke pengepul pupuk.

“Semuanya sudah pakai mesin. Hanya mengolah pakannya saja yang masih memakai cara manual,” kata Agus.

Agus mengatakan peternakannya ini masih berjalan selama 6 tahun, dan baru memenuhi kebutuhan pasar di Banyuwangi saja. “Untuk distribusinya masih seputar Kota Banyuwangi dan Banyuwangi wilayah selatan,” jelas Agus.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Arief Setiawan, mengatakan keberadaan peternakan ini kian menambah produksi telur di Banyuwangi.

“Di Banyuwangi kebutuhan telur mencapai 193 ton per pekan. Sementara produksi telur mencapai 218 ton per pekanny setara dengan 872 ton perbulan. Sehingga untuk stok kebutuhan telur masih relatif aman di Banyuwangi,” kata Arief.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *