Membuat Order Fiktif dan Gelapkan Barang, Karyawan Ekspedisi Diamankan Polisi

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Seorang karyawan perusahaan ekspedisi di Kabupaten Banyuwangi berinisial MIM (25) diamankan oleh aparat kepolisian usai terbukti menggelapkan sejumlah barang elektronik dari hasil orderan fiktif.

Tak tanggung-tanggung, laki-laki asal Desa/Kecamatan Pesanggaran itu, memesan 12 unit hanphone sekaligus. Aksi tersebut dilakukan pelaku pada 4 Januari 2021 lalu.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin melalui Kapolsek Genteng, AKP Sudarmadji mengatakan, mulanya pelaku memesan handphone melalui perorangan dan toko online dengan sistem pembayaran di tempat atau COD (cash on delivery).

Kepada pihak penjual, pelaku meminta seluruh barang yang dipesan agar dikirim lewat salah satu perusahaan jasa ekspedisi yang berlokasi di Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

“Namun untuk data diri penerima barang, pelaku mencantumkan nama, nomor telepon, dan alamat fiktif,” ungkap AKP Sudarmadji, Sabtu (30/1/2021).

Setelah barang yang dipesan itu sampai, lanjut Sudarmadji, pelaku memanfaatkan posisinya sebagai karyawan dengan mudah membawa barang dan disimpan di rumah pelaku untuk selanjutnya dijual.

Bahkan pelaku bolos kerja selama beberapa hari. Lantas, kata Sudarmadji, pihak perusahaan berusaha menghubungi dan menanyakan keberadaan pelaku saat itu.

“Kepada perusahaan tempatnya bekerja, pelaku mengaku habis kecelakaan. Pihak perusahaanya pun berniat mendatangi pelaku sekaligus menanyakan sejumlah paket barang yang dibawa pelaku,” ujar Kapolsek.

Ketika bertemu pelaku, pihak perusahaan mulai menaruh rasa curiga dengan gelagat aneh pelaku. Sebab, pelaku mengaku seluruh barang yang dibawanya hilang.

“Pihak perusahaan menuntut ganti rugi, akan tetapi pelaku beralasan tidak bisa. Akhirnya pelaku dilaporkan ke Polsek Genteng oleh pihak perusahaan tempat pelaku bekerja,” jelasnya.

Usai menerima laporan tersebut, ucap AKP Sudarmadji, pihaknya melalukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku. Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti diantaranya, 1 lembar jalan antar dan 12 lembar lacak resi perusahaan jasa ekspedisi.

“Perusaahaan merugi sekitar Rp. 24 juta. Dan saat ini pelaku sudah kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan sangkaan Pasal 374 KUHP , ” tutup AKP Sudarmadji.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *