Menengahi Pandemi, Penyedia Jasa Kredit Harus Siapkan Mitigasi Risiko yang Memadai

  • Whatsapp

Oleh: Mustika Aridya Arum

Seperti yang kita ketahui, kredit adalah tulang punggung utama dalam dunia perbankan. Perkembangan kredit dipengaruhi oleh keadaan ekonomi suatu negara yang dapat dilihat dari konsumsi masyarakat.

Konsumsi masyarakat adalah faktor utama dalam realisasi kredit. Perkembangan ekonomi akan selalu diikuti dengan peningkatan taraf hidup (kumulatif) masyarakat, sehingga kebutuhan masyarakat tidak hanya terpaku pada kebutuhan primer dan meluas kepada kebutuhan sekunder bahkan tersier.

Masyarakat butuh suntikan dana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka, di sinilah peran perkreditan dibutuhkan.

Read More

Sayangnya pada 2020 dunia digemparkan dengan adanya epidemi virus baru yang disebut dengan COVID-19, persebaran virus ini sangat cepat dan hampir seluruh negara di dunia terjangkit virus ini.

Bahkan saat ini COVID-19 sudah menjadi pandemi. Fenomena ini mempengaruhi berbagai sektor, sektor kesehatan yang diperas untuk menangani pasien-pasien yang berjatuhan, pendidikan yang terhambat, dan ekonomi yang melambat secara signifikan.

Terbukti, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 hanya sebesar 2,97%, jauh lebih kecil dari proyeksi awal yang sebesar 4,5% – 4,7%.

Perlambatan ini terjadi karena pada masa pandemi terpaksa diadakan pembatasan aktivitas, para pekerja dipekerjakan dari rumah, bisnis yang kurang mampu bertahan terpaksa harus mengurangi jumlah pegawai, dan akhirnya pendapatan masyarakat berkurang.

Berkurangnya pendapatan per kapita menyebabkan kemampuan konsumsi masyarakat ikut berkurang, tentu saja perilaku masyarakat juga ikut bergeser.

Masyarakat berfokus pada pemenuhan kebutuhan primer dan keperluan tambahan untuk menghadapi COVID-19 berupa multivitamin, sabun antiseptik, cairan antiseptik, dan hand sanitizer.



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *