Mengenal Mbah Seno, Penghuni Rumah Kayu Antara Pantai Selatan dan Hutan

  • Whatsapp
Mbah Seno (2)
Mbah Seno Anwar Sumarto

KabarRakyat – Tidak punya rumah. Sudah menetap bertahun-tahun di bibir panta Pulau Merah, Dusun Pancer RT. 5 RW. 1, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Cerita, Mbah Seno Anwar Sumarto

Dikunjungi Kabar Rakyat, dirumahnya, Jum’at (6/3) petang, 16.35 wib, Mbah Seno tampak senang dikunjungi.

Read More

Beberapa menit kemudian, iapun bercerita tentang kehidupan sehari – hari yang dilakukan Mbah Seno. Senyum pria, terlihat lepas tanpa beban. Meski kehidupannya serba pas-pasan.

Mbah Seno2

Maklum, Mbah Seno, terbiasa mencari kebutuhan hidup, dari limbah atau rongsokan yang dikumpulkan. Dan dijual setelah jumlahnya berlipat-lipat.

Dengan logat jawa, Mbah Seno, terbiasa menggunakan bahasa komunikasi. Ia merasa, hidupnya lebih tenang dan damai dengan kesendiriannya, di lahan Perhutani, masuk KPH Banyuwangi Selatan.

Rumah yang ditempati Mbah Seno, masuk kawasan hutan produksi milik Negara. Jauh dari perhatian pemerintah. Meski begitu, ia tidak tidak mengeluh sedikitpun dengan kekurangan ekonomi yang dimilikinya.

Terpisah, Kepala Desa Sumberagung, Vivin Agustin dijumpai, membenarkan ada warganya, Mbah Seno yang hidup sebangkara menempati rumah pinggir pantai laut selatan. Pihak desa setempat, sudah mengupayakan untuk memindahkan, Mbah Seno, ketempat yang lebih layak.

Mbah Seno (1)

“Kita sudah akan upayakan memindahkan ditempat yang layak,” ungkan Vivin Agusti, Kepala Desa Sumberagung.

Bahkan orang tua zaman dulu itu, menurut Vivin, kadang susah untuk disuruh pindah tempat. Mungkin karena sudah terlanjur cocok.

“Tapi pihak pemerintah desa tetap akan memperhatikan dia, meski hanya sebatas kemampuan desa yang tidak seberapa,” tutur Vivin mengakhiri wawancara.

Reporter: Siswanto

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *