Mengintip Perjuangan Peternak Susu Krucil Hingga Beromset 72 Miliar

Foto : Ternak Sapi perah Krucil, Probolinggo, Jawa Timur,  mulai menikmati hasil susu. 

KABARRAKYAT.ID – Membangun usaha selalu saja ada tantangan. Jatuh bangun dalam berusaha adalah bagian dari proses menuju sukses. Kisah ini juga dialami oleh peternak sapi perah di Kecamatan Krucil,Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur, yang bermodal sapi bantuan puluhan ekor kini menjelma menjadi usaha andalan beromset Rp. 72 miliar.

Karena tangan dingin dan kesungguhan menekuni ternak sapi perah usaha susu kini menjadi primadona usaha warga di 7 Desa di tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Adalah H.Suloso sosok bertangin dingin yang mengawali perjuangan menjadi ternak sapi perah sebagaian pondasi ekonomi warga Desa Krucil. Suloso mengaku awal kali membentuk kelompok peternak banyak dicibir. Tidak sedikit petani yang menerima bantuan sapi di tahun 1980 an sepenuhnya merawat sapi dengan benar. Dari ratusan ekor sapi yang dibagikan untuk dirawat kala itu,berakhir dengan ketidak jelasan. Tidak sedikit sapi bantuan itu dijual dan banyak juga yang mati sebelum mengasilkan susu.

“ Tantangan waktu itu berat. Mulai kemampuan petani merawat sapi perah yang tidak memadai hingga pola pemikiran salah setelah menerima sapi bantuan. Sangat kompleks permasalahan sapi perah saat itu. Hingga akhirnya hanya puluhan sapi perah yang boleh dikata bisa produksi susu,” ungkap H.Suloso.

Peternah sapi perah

Pengelola susu sapi krucil sukses

Muncul pemikiran mendatangkan ahli susu agar produksi susu meningkat dan masyarakat Krucil kembali minat bertenak sapi perah. “ Awalnya saya berguru kepada peneliti pengembangan susu dari PT.Nestle, kami difasilitasi dengan program peningkatan kapasitas peternak. Itu pun prosesnya sangat lama. Akan tetapi kami bersemangat dan optimis dengan segala keterbatasan disini. Akhirnya, kami mampu membangun kepercayaan peternak dan mereka mau merawat sapi. Prosesnya panjang hingga kami mampu menghasilkan susu dari puluhan liter hingga ratusan liter susu,”kenang Suloso.

Jatuh bangun menghadapi keluhan peternak sapi memang bukan perkara mudah. Butuh kesabaran dan ketelatenan membina perternak. “ Untuk menampung aspirasi dan menampung hasil susu akhirnya terbentuk Koperasi Susu Argopuro. Dari koperasi ini managemen mulai berjalan tetapi masih saja banyak hal yang harus dibenahi,” kata Suloso yang kini menjabat sebagai manager koperasi susu Argopuro.

Usaha susu di Krucil mulai bersinar ketika perusahaan PT.Nestle memberikan suport kepada peternak. Mulai bantuan kendaraan hingga proses pembelian susu asal Krucil ini. Selain produksi susunya sesuai permintaan Nestle,perusahaan raksasa ini mendukung program bantuan modal usaha dan penanganan produksi susu milik peternak.

“ Semuanya ada proses sebelum menuju sukses, yaitu keyakinan,ketelatenan dan mau berubah baik managemen,pola pikir. Sejak ada koperasi petani lebih bisa menikmati hasilnya. Semua dikelola secara transparan, managemen profesional dan saling merasa meiliki. Koperasi ini masa depan bagi peternak sapi disini,” tutur mantan pemain sepak bola ini.

Berbagai penghargaan sudah dikantongi koperasi Argopuro ditingkat nasional. Bahkan diudang secara khusus oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta. Awalnya hanya puluhan saja petani kini berjumlah 2300 peternak. Jumlah peternak aktif 1800 dan 500 sisanya belum maksimal. Produksi susu segar melejit dari hanya puluhan liter kini sudah 32 ton per hari. Omset yang diraup dalam setahun mencapai jumlah yang fantastik Rp. 72 miliar setahun atau rata-rata per bulan Rp. 6 miliar.

Sungguh perjuangan yang tidak mudah. Peternak sapi ternak kian meluas di kabupaten Probolinggo khususnya di 3 Kecamatan mulai Krucil,Tiris dan Sukapura.

Produk susu

Produksi susu olahan peternak Krucil

Koperasi Argopuro tidak saja menghasilkan susu segar yang djual langsung ke pabrik. Pengurus Koperasi mulai mengembangkan menjadi produk susu olahan. Mulai musarela, susu fermentasi, minum susu beragam rasa dikemas dalam botol. Hingga menciptakan inovasi krupuk susu yang semuanya digarap oleh warga anggota koperasi. Dengan moto “ Kualitas adalah kelangsungan usaha”, peternak susu Krucil terus memacu dirinya.

Persoalan yang kini dihadapi produksi olahan Koperasi Argopuro terkait ijin produksi. Suloso mengaku bingung soal ijin apakah harus merujuk ke PBOM Jawa Timur ? atau cukup IRT yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

“ Masalah ijin produksi kami bingung mau ngurus dimana. Kami melihat di malang cukup IRT saja peternak bisa menjual bebas hasil susu olahan. Atau kami ke BPOM masalahanya adalah kami masih kelas industri rumahan. Saat kami urus ke Dinkes Kabupaten Probolinggo mereka bilang harus ke PBPOM,” ungkap Suloso saat ditemui Kabarrakyat.id.

Perkembangan usaha yang sangat luar biasa diakui oleh Dinas ketahanan pangan dan Pertanian, peternak sapi perah menujukan prospek dan pertumbuhan yang signifikan. Tingkat kemandirian peternak sapi perah sudah terbilang tinggi. Keberhasilan ini tentu cukup membagakan.

“ Sesuai visi misi Bupati Probolinggo tentunya keberhasilan ini merupakan kebanggaan peternak dan seluruh komponen pendukung. Pemerintah daerah terus mendorong sektor peternakan sapi perah menjadi unggulan ekonomi pedesaan. Termasuk menciptakan produk berdaya saing. Produksi Susu Krucil,Tiris,Sukapura merupakan unggulan sektor peternakan kita. Tugas kami sebagai pemerintah tentu menjaga kelangsungan usaha dan mendukung inovasi kewirausahan sebagai aset ekonomi Kabupaten Probolinggo,” Kata Kadis Kominfo Drs.H. Tutug Edi Utomo

Reporter : Richard

Editor : Choiri

banner 970x90









Loading...

#Kabar Baru #Kabar Ekonomi #Susu Sapi

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply