Modal Karangan ‘Kiai Ampuh’ Tersangka Penipuan di Banyuwangi Raup Untung Dari Penderita Stroke

  • Whatsapp

BB Tersangka Penipuan Sul, di Reskrim Polsek Srono.

KABAR RAKYAT – Modal karangan cerita ada sosok kiai ampuh asal Bondowoso ahli penyembuhan segala penyakit. Pria, Sul (59) warga Singojuruh Banyuwangi dijemput polisi, Unit Reskrim Polsek Srono dirumahnya atas tuduhan penipuan.

Tindakan polisi, berdasar laporan korbannya seorang wanita, UL (63) warga Sorno hingga merugi ratusan juta rupiah untuk biaya pengobatan suami sakit stroke. Namun janji-janji Sul bahwa derita stroke sumainya sembuh tak terbukti.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Srono AKP Mulyono menjelaskan, awal peristiwa pelaku Sul datang kerumah korban pada 22 November 2020 jam 11.00 WIB.

“Penyidik menilai cukup bukti, sehingga Sul tersangka penipuan dan menjadi tahanan Unit Reskrim Polsek Srono,” tegas AKP Mulyono, Selasa (26/1/2021).

Penyidik menyita barang bukti kejahatan Sul: uang Rp. 600 ribu, Sepeda Motor Honda PCX P- 6051-SB, 2 plastik isi bedak lulur beras kencur. 1 botol isi minyak parfum al-hajar, HP Nokia, 1 botol mineral isi air dan kertas bertulis arab, 1 kaleng cat kosong, 20 biji tokol kencul.

AKP Mulyono menjelaskan kronologinya, awal kejadian berdasar keterangan korban dan pelaku, pada hari Minggu 22 November 2020 jam 11.00 wib.

Saat itu, korban bersama suami duduk di teras rumah. Kemudian datang pria tak dikenal (Sul, red) meminta sumbangan pendirian masjid. Melihat suami korban stroke sedang duduk. Dari obrolan Sul, korban pelapor ‘terbius’ cerita kiai ampuh dari Bondowoso ahli penyembuhan segala penyakit.

“Yang diceritakan pelaku, tentang keberhasilan kiai ampuh bisa menyembuhkan orang sakit. Membuat korban turuti kemauan pelaku,” jelas Kapolsek Srono.

Pertama, korban diminta pelaku Sul bayar mahar Rp. 600 ribu untuk disampaikan kenalan tokoh spiritual yang tinggal di Bondowoso bernama Syaifurrohman. Berturut sul berdalih untuk penyembuhan suami, minta uang ritual selamatan Rp. 5 juta, beli minyak urut Rp. 10 juta dan lainnya.

“Keterangan korban, pelaku setiap meminta biaya pengobatan suami korban dengan memaksa harus sesuai permintaan pelaku. Bahkan uang dikeluarkan sudah mencapai Rp 104 juta lebih. Namun derita sakit stroke tak ada perubahan sama sekali,” pungkasnya.

Tersangka Sul, dihadapan penyidik mengakui semua dilakukan atas rekayasanya sendiri. Ia megaku tak punya kenalan tokoh spiritual asal Bondowoso. Uang korban dihabiskan pelaku sendiri. “Pelaku diancam pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP 5 tahun keatas,” pungkasnya.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *