MUI Bondowoso Minta Pemerintah Tarik Dubes RI dan Serukan Boikot Produk Perancis

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Boikot produk Perancis imbas dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW terus berlangsung di luar negeri dan pelosok nusantara.

Seruan boikot produk juga disampaikan MUI Bondowoso, Jatim. Boikot produk Perancis merupakan aksi protes umat Islam atas penayangan kartun Nabi di Majalah Charlie Hebdo, dan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Marcon.

Ketua MUI Bondowoso, KH Asy’ari Pasha mengatakan, bahwa penayangan kartun Nabi Muhammad SAW, adalah bentuk penghinaan kepada umat Islam.

Pihaknya pun sepakat dengan MUI pusat, untuk memboikot produk-produk asal Prancis. Seruan boikot MUI pusat dilayangkan melalui surat pernyataan Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020.

“Kita makmuman (ikut pusat). Produk-produk Perancis harus diboikot,” katanya Ketua MUI KH Asy’ari Pasha kepada awak media, Selasa (3/11/2020).

Menurut KH Asy’ari, tidak ada salahnya pemerintah Bondowoso menyurati toko-toko atau swalayan, untuk tidak menjual produk Prancis

Ketua MUI Bondowoso ini menegaskan, akan bersurat ke pemerintah Kabupaten Bondowoso, agar membuat imbauan tersebut.

Untuk masyarakat, MUI Bondowoso khususnya umat Islam, tak lagi membeli produk Perancis dalam bentuk apapun.

 

“Pembuatan karikatur Nabi itu, merupakan bentuk penistaan agama. Itu sangat keterlaluan. Mereka sudah ikut campur privasi agama Islam. Kami sangat mengecam,” tegasnya.

Ia juga meminta Kordinator MUI Wilayah Tapal Kuda yang terdiri dari Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Jember, untuk membuat pernyataan bersama.

Tak hanya di Kabupaten Bondowoso, umat Islam di beberapa daerah di Indonesia juga menyerukan boikot produk Perancis. Serta mengecam pernyataan Emmanuel Marcon yang menghina Islam.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *