MUI Dukung Sikap Walikota Tidak Perpanjang ijin Hiburan Malam

  • Whatsapp
IMG_20190819_093256 MUI
Foto : Pers rilis MUI Kota Probolinggo dukung sikap Walikota tidak perpanjang ijin hiburan malam, Senin, (19/8/2019).

KabarRakyat.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menegaskan sikap mendukung langkah Walikota tidak memperpanjang ijin tempat hiburan karoke. Alasan MUI dukungan gerakan moral, untuk menghindari praktek kemaksiatan.

Dihadapan awak media pengurus MUI Kota Probolinggo menegaskan, pihaknya mendukung upaya pembrantasan pratik kemaksiatan terselubung yang ditengerai marak dilakukan di tempat hiburan malam. Dalam sikapnya ketua MUI Kota Probolinggo KH. Nizar Irzad menyampaikan, mendorong pemerintah dan aparat terkait penataan, pengawasan dan pengendalian usaha hiburan.

“MUI merekomendasikan sikap pemerintah Kota Probolinggo untuk tidak memperpanjang ijin opersional tempat hiburan malam. Dan mendorong aparat terkait bersikap tegas dalam penegakan hukum. Dan tidak memberikan ruang publik yang memungkinkan pratik kemaksiatan”, kata KH. Nizar Irzad, Senin(19/8/2019).

Menjawab pertanyaan wartawan, MUI menampik sikapnya itu diarahkan di dua tempat karoke terbesar di Kota Probolinggo Pop City dan 88 yang ijinya sudah habis masa berlakuknya. Namun berlaku universal di wilayah Pemkot Probolinggo.

Terkait dampak domino akibat tidak diperpanjang ijin operasional bidang hukum MUI Tirmidzi menjelaskan, diakui akibat tidak diperpanjang ijin tadi memiliki konsekuensi. Namun ia meyakini persoalan itu bisa dijawab oleh Disnaker dan pihak-pihak terkait.

“Sikap MUI lebih kepada gerakan moral dan penguatan ahlaq umat. Persoalan dampak misalnya, tenaga kerja tempat hiburan kami percaya ada solusi dari pemerintah kota melalui Disnaker”, kata Tirmidzi.

Penghentian ijin tempat hiburan oleh Walikota Probolinggo menjadi polemik. Dimana pengusaha hiburan sudah terlanjur investasi yang tidak sedikit. Disisi lain, usaha yang digelutinya menyerap puluhan karyawan. Hilangnya tempat hiburan di Kota Probolinggo berpotensi menurunkan ketertarikan investor.

Sikap DPRD Kota Probolinggo terkait langkah tegas Walikota, meminta peninjauan kembali keputusan tersebut. Dan memberikan kesempatan dilakukan audensi dengan pengusaha termasuk 34 karyawan yang terkena imbas kebijakan Walikota.

Reporter : Richard

Editor : Choiri



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *