Rabu, November 25, 2020
Beranda JATIM BONDOWOSO Musim Penghujan Bondowoso Waspada Penyakit DBD

Musim Penghujan Bondowoso Waspada Penyakit DBD

REPORTERifa bahsa

KABAR RAKYAT – Masuk face musim penghujan tiba, ancaman penyakit Demam Berdarah (DBB) pada masyarakat patut di waspadai. Penyakit endemis di seluruh kecamatan di Bondowoso harus dicegah dini dari menjaga kebersihan lingkungan.

Haris Ahmadi, Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ) Dinkes Bondowoso, menerangkan berdasarkan data tahun 2017 hingga 2019, terdapat 76 desa dari 219 desa. Artinya 34 persen dinyatakan endemis.

” Untuk tahun 2020, karena belum tutup tahun definisi endemis kita di strata di desa atau wilayah itu namanya endemis DBD, sporadis DBD, ada potensial DBD atau daerah bebas DBD,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2020).

Baca : Longsor Jalan Penghubung Lumajang – Malang Macet

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bondowoso, jumlah kasus DBD dibanding tahun lalu mengalami penurunan. Pada 2020 sampai hari ini, jumlah kasus penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aides aigepty tersebut sebanyak 251 kasus.

” Tahun 2019 sampai bulan Oktober 362 kasus. Untuk Cikungunya kita tidak ada. Adapun bulan Februari lalu ,” urainya.

Terbaru, Kecamatan Ijen yang sebelumnya tidak ditemukan kasus,  terjadi kasus DBD selama dua tahun berturut-turut. Artinya, nyamuk dan virus sudah mulai beradaptasi dengan kondisi alam di sekitarnya. ” Bisa jadi ada perubahan musim. Di Ijen sekarang sudah tidak dingin lagi,” terangnya.

Baca : Long Weekend, Bandara Banyuwangi Layani penerbangan hampir 2000 Orang

Selama masa pandemi Covid-19, Dinkes Bondowoso tetap berupaya untuk melakukan pengendalian dan pencegahan DBD. Pihaknya mengefektifkan program Gebrak Meja (Gerakan  Bersama Masyarakat dan Karyawan Mengendalikan Jentik Aedes) di masing-masing tingkat kecamatan dan desa.

” Puskesmas Kecamatan pun sudah mulai melakukan Gerebek Jentik. Kita memotivasi kepada warga bahwa di lingkungan sekitarnya harus diwaspadai adanya jentik,” lanjutnya.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Tidak hanya di selokan yang menjadi sarang nyamuk, namun juga di kamar mandi, tempat penampungan air, bak-bak kosong dan lain sebagainya.***

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca