Musim Tanam Padi Warga Aliyan Gelar Ritual Keboan

430 views

KABARRAKYAT.ID – Untuk mengawali musim bercocok tanam padi. Masyarakat Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi menggelar tradisi ritual adat Keboan, pada Minggu pagi (16/9/2018).Tradisi ini rutin dilaksanakan pada bulan muharram (suro).

Penduduk setempat mayoritas beraktifitas sebagai petani, mereka berharap dari tradisi ini agar diberi keselamatan saat panen padi dan hasil panennya akan melimpah, serta padi yang ditanammya bisa terhindar dari hama penyakit yang dapat merusaknya sewaktu waktu.

Selain itu, ritual ini juga sebagai menolak bala agar warga Desa Aliyan terhindar dari gangguan gangguan yang bersifat negatif, utamaya dijauhkan dari marabahaya dan penyakit.

Kebokeboan

warg alian gelar ritual kebo-keboan jelang musim tanam

Satu hari sebelum acara prosesi ritual adat Keboan Aliyan digelar, warga bergotong royong mendirikan gapura yang terbuat dari bambu dengan hiasan hasil panenan yang ditanam seperti; padi, palawija, buah-buahan, sayur sayuran.

Sejak pagi, sekira pukul 06.00 WIB tradisi itu diawali selamatan masal disepanjang jalan Desa Aliyan. Usai selamatan, bau wewangian dan kemenyan menyengat mulai terhirup oleh penonton yang sengaja dibakar oleh sesepuh Desa Aliyan.

Nuansa mistis mulai terasa di tengah tengah tanah lapang yang berada di Pendopo Kantor Kepala Desa Aliyan. Alunan musik gamelan khas Banyuwangi mulai memainkan irama musik dibarengi beberapa warga desa setempat mulai banyak yang mengalami kesurupan masal layaknya kerbau dan menceburkan diri kedalam kubangan lumpur.

Sangking banyaknya warga yang kesurupan itu menambah nuansa mistis serta menambah rasa takut yang menghantui para penonton.

Kemudian, mereka diarak berkeliling Desa dengan didampingi dengan beberapa deretan para ibu ibu yang memakai busana adat dan diarak. Tak ketinggalan pula beberapa gadis di Desa Aliyan tersebut di dandani sebagai perwujudan Dewi Sri (dewi padi) yang juga diarak

Selama berkeliling di desa, sering kali penduduk desa Aliyan yang mempunyai berbagai macam penyakit seperti lumpuh tidak bisa berjalan.

Manusia kerbau yang telah dirasuki oleh roh kerbau tersebut dipandu oleh keluarga yang menderita penyakit itu menghampirinya untuk disembuhkan dengan cara gaib, hal itu dipercaya oleh warga untuk memperoleh kesembuhan.

Ritual adat keboan di Desa Aliyan ini mempunyai hal mistis tersendiri, kebanyakan pelaku yang kesurupan yang menyerupai kerbau tersebut adalah keturunan warisan leluhur Desa setempat.

Di puncak acara ritual adat keboan ini, selanjutnya mereka berkumpul di perapatan desa untuk melihat manusia yang kesurupan yang bertingkah layaknya kerbau tersebut sedang melakukan proses siklus bercocok tanam, membajak sawah, mengairi sawah, hingga menabur benih padi yang ditabur oleh sang Dewi Sri.

Benih padi yang ditabur, warga dan penonton pun ikut berebut untuk mengumpulkan benih benih padi itu, warga mempercayainya jika dicampurkan pada benih padi lainnya hasil panennya yang akan datang bisa lebih baik dan melimpah.

“Kerbau ini disimbolkan sebagai mitra petani di sawah untuk menghalau malapetaka selama musim tanam hingga panen,” Ungkap Kepala Desa Aliyan, Anton Sujarwo.

Anton juga menyampaikan, di Banyuwangi Kerbau sejak lama telah menjadi bagian dari hidup dan kehidupan masyarakat lokal Banyuwangi. Kerbau bukan sebagai hewan ternak pada umumnya yang dikonsumsi dagingnya. Tapi kerbau adalah mitra petani untuk menggarap sawah dan bisa memberikan mendapatkan kemakmuran.

“Kami berharap, tentunya dengan kegiatan ini sebagai wadah untuk menciptakan suasana guyub dan kerukunan. Semoga melalui ritual ini ekonomi warga Aliyan meningkat terutama hasil panen petani bisa lebih melimpah ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu Camat Rogojampi, Nanik Machrufi mengatakan kegiatan ini bentuk sinergi antara tokoh adat budaya dengan Pemerintah, sehingga masyarakat optimis dengan adat budaya.

“ini uforia masyarakat di Desa Aliyan, hanya ada tujuh dusun bisa menyelenggarakan secara etnik menggunakan swadaya murni dalam melaksanakan tradisi ini,” pungkasnya.

Reporter: Rohman

Editor: Coi/Choiri

#kebokeboanalian #kulturbanyuwangi #musimtanam

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)
    1. author
      jihad3 months agoReply

      makasih telah berbagi informasi min, semoga semakin maju kedepanya, ditunggu artikel selanjutnya

      • author
        REDAKSI (Author)3 months agoReply

        Sama sama

    Leave a reply