Saturday, August 15, 2020
Home GAYA HIDUP Naskah Khotbah Idul Adha di Masa COVID-19, MUI Ajak Meneladani Pengorbanan Nabi...

Naskah Khotbah Idul Adha di Masa COVID-19, MUI Ajak Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

REPORTERmui.or.id

KABAR RAKYAT – Dalam masa pandemi COVID-19. Pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19 telah menghimbau mesyaratkan tetap patuh protokol kesehatan dalam menjalankan ibadah sholat idul adha yang sudah ditetapkan pemerintah pada 10 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah atau hari Jumat 31 Juli 2020.

Bagi musili yang menjalankan sholat Idul Adha bersama keluar di rumah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyiapkan naskah Khotbah untuk sholat Idul Adha.

Dikutip Kabar Rakyat melalui laman mui.or.id naskah khotbah Idul Adha yang berjudul; Menjadikan Semangat Berkurban Sebagai Momentum Penanggulangan Dampak Covid-19, ditulis oleh Wakil Sekjen Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Sholahudin Al-Aiyub.

Berikut kutipan naskah khotbah sholat Idul Adha 1441 Hijriay/ 2020 Masehi.

الله أكبر (×9) الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا. لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده. لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين ولو كره الكافرون. لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد. الحمد لله حاكم الحكَّام، جاعل النور والظلام، وجعل هذا اليوم عيدا للإسلام، وحرم علينا الصيام. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الذى أمرنا بذبيحة القربان، اتباعًا لسيدنا إبراهيم عليه الصلاة والسلام. وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدًا عبده ورسوله أفضل الأنام ومصباح الظلام. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه الكرام، صلاة وسلامًا دائمَين متلازمَين على ممرِّ الدهور والأيام. أمَّا بعدُ، فيا عباد الله اتَّقوا الله وأطيعوا وكبِّروه تكبيرا. الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

Kaum muslimin-muslimat, rahimakumullah.Sejak kemarin terdengar gema takbir, tahmid, dan tahlil menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha yang mubarak.

Syukur Alhamdulillah, kita semua dapat berjumpa kembali dengan Hari Raya ini dalam keadaan sehat wal ‘afiat, sekalipun kita masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Pandemi yang melanda hampir semua belahan dunia ini membawa dampak yang cukup serius bagi kehidupan masyarakat. Semua orang tidak dapat menjalankan aktifitasnya secara normal sebagaimana sebelum terjadi pandemi. Semuanya dibatasi demi untuk mencegah terjadinya mata rantai penularan.

Maka kemudian diberlakukan kebijakan bekerja, belajar dan beribadah di rumah, karena berkerumunnya banyak orang diyakini bisa menjadi penyebab terjadinya mata rantai penularan.

Kebijakan tersebut menjadikan roda ekonomi tidak dapat berputar sebagaimana mestinya. Pembatasan aktifitas di luar rumah membawa dampak langsung pada perputaran ekonomi. Masyarakat menahan diri untuk melakukan belanja kecuali hanya yang diperlukan.

Hal itu berpengaruh signifikan pada penurunan permintaan (demand) barang dan jasa dari masyarakat, yang kemudian menyebabkan dunia usaha mengurangi pasokannya (supply) barang dan jasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER