Nelayan Sampang Mengeluh Sepi Tangkapan dan Cuaca Ekstrim di Laut

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Cuaca Ekstrim di tengah laut beberapa hari, menjadi ancaman keselamatan nelayan di Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur. Akibatnya, para nelayan mengaku sepi tangkapan karena pilih membatasi waktu aktifitas melaut.

Saat awak media Kabar Rakyat berbincang dengan Romadon (34) salah satu Nelayan asal Desa Tanjung, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, dirinya mengatakan untuk Tangkapan Ikan mengalami penurunan beberapa hari terakhir ini. “Tangkapan ikan menurun mas, ya karena Cuaca ditengah laut tidak bersahabat,” katanya (10/2/2021).

Jika Cuaca, Lanjut Romadon termasuk yang bisa menentukan hasil tangkapan ikan para nelayan. “Cuaca kalo tidak bersahabat seperti ini mesti itu pengaruhi hasil tangkapan ikan Nelayan. Saat ini ombak yang tidak beraturan, angin Kencang, hujan dengan Petirnya,” tuturnya.

Senada juga katakan oleh H. Matzehri (62) Nelayan Asal Dusun Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. “Seperti arus ombak deras tidak beraturan dan angin apalagi sekarang di tambah sering hujan,” kata H. Matzehri.

Tentunya dengan cuaca yang Ekstrim pasti berisiko bagi para Nelayan, akan tetapi Saat ditanya kenapa tetap melaut,H. Matzehri mengungkapkan tidak ada pekerjaan lain dan faktor ekonomi yang mendesak.

“Kalo tidak melaut saya tidak ada pekerjaan lain. Ini masalah kebutuhan hidup apalagi sekarang ditambah masa pandemi. Tidak melaut ya tidak makan. Meskipun resiko besar,” ungkapnya.

Terkait cuaca buruk, Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Asroni menagatakan, berdasarkan data dari BMKG Provinsi Jawa Timur untuk sekarang Cuaca Masih Aman. “Sementara seperti itu Mas, Namun apabila situasi dan kondisi Cuaca di laut buruk bisa saja karena Para Nelayan yang tahu kondisi di laut,” ujar Asroni via ponselnya.

Kendati begitu Asroni selaku Kepala BPBD Sampang menghimbau agar Para Nelayan lebih mengutamakan keselamatan. “Artinya lebih hati-hati jika mau melaut, tapi apabila cuaca tidak mendukung lebih baik jangan melaut, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya. *

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *