Oknum PNS Akui Nikah Siri US Diketahui Istri Sah

  • Whatsapp
Oknum PNS Dinsos_ok
Foto: Oknum PNS, MB menjelaskan pada wartawan didampingi Kadinsos Edi Supriono
Oknum PNS Dinsos_ok
Foto: Oknum PNS, MB menjelaskan pada wartawan didampingi Kadinsos Edi Supriono

KABARRAKYAT.ID – Oknum PNS staf Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banyuwangi inisial MB (42), mengaku bahwa pernikahan siri dengan wanita insial US (25) kala itu, sudah diketahui istri sahnya. Diapun mengaku terpaksa nikah siri karena US mengaku hamil 3 bulan, setelah pernah berhubungan.

“Saya tidak pernah pacaran dan juga tidak kenal dekat dengan dia (US). Awalnya Saya bertemu di Warung Sepanjang, tempat dia bekerja ,” ucapnya pada sejumlah wartawan usai mediasi, Kamis (4/10/2018).

Bacaan Lainnya

MB tidak menyangka dari hubungan gelapnya itu, tiba-tiba US mengabarkan hamil. “Dia telphone saya, katanya hamil 3 bulan,” ungkapnya.

Akhirnya MB menikahi siri US atas persetujuan istri sah, yang juga menjadi saksi pernikahan siri, saat itu.

“Saat pernikahan ini, kami lakukan perjanjian bahwa selama menjadi istri siri saya, dia tidak boleh selingkuh dan kembali ke pekerjaan lamanya. Jika itu dilakukan, maka hak asuh anak akan jatuh ke tangannya. Ada bukti dengan surat perjanjian yang kami tanda tangani bermaterai,” tegas MB.

Baca juga:

Tapi kesepakatan itu, kata MB, dilanggar oleh US. “Akhirnya saya menceraikan dan sengaja tidak menafkahi lagi sejak dua minggu terakhir,” ungkapnya

“Saya sengaja mengalah dan biarkan anak-anak itu di asuh ibunya. Saya berjanji akan mengambilnya di saat anak-anak sudah agak besar,” katanya.

Kepala Dinsos Ambil Sikap Kedinasan Pada MB

Melihat dan mendengar langsung kisah US yang datang ke kantor Dinsos, untuk meminta pertanggungjawaban MB stafnya. Selaku pimpinan, Edi Supriono tetap akan menyampaikan pada dinas terkait, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat Pemkab Banyuwangi.

“Kami khawatir ada tuduhan pembiaran, maka akan kami laporkan terkait dengan kepegawaian-negeri sipil ke instansi yang berwenang. BKD biasanya dan Inspektorat nanti,” jelas Kadinsos Edi Supriono, usai mediasi US dan MB digelar.

Ditegaskan Edi, urusan pribadi antara US dengan salah seorang stafnya itu sudah selesai. “Kasihan. Tinggal nafkah untuk kedua anak itu, tadi diharapkan seminggu satu kilo susu, kurang lebih Rp 80 ribu. Dia menyanggupi dengan catatan ketika akan mengambil anaknya tidak dipersulit,” kata Edi menjelaskan pada wartawan.

Seperti diberitakan, kisah rumah tangga US dan oknum PNS ramai, setelah US bersama balita kembar dan bibinya datang ke kantor Dinsos Kabupaten Banyuwangi untuk bertemu dan mencari keadilan ke MB suami sirinya. Masalah itu, langsung ditengahi Kepala Dinsos Edi Supriono hingga ada kesepakatan bersama-sama.

Reporter: Rohman

Editor: Richad/Coi/Choiri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *