Oknum Poktan Desa Timahan Diperiksa Polisi Seputar Pupuk Kementan

  • Whatsapp
Poktan
Sujito Ketua Poktan Tani Sejahtera, Desa Timahan

KABAR RAKYAT – Oknum pengurus Poktan di Desa Timahan diperiksa polisi atas dugaan penjualan pupuk gratis bantuan dari pemerintah kepada anggotanya.

Mukatab Ketua RT 22 Dusun Genuk, Desa Timahan, Kecamatan Kampak ditemui wartawan, Rabu (6/1), mengaku dirinya menjadi saksi terkait pupuk bantuan yang dijual oknum ketua Poktan.

“Sekitar dua minggu yang lalu, saya pernah dipanggil lisan dari aparat kepolisian terkait pupuk bantuan,” kata Mukatab.

Menurut Mukatab, anggota polisi datang ke wilayahnya sempat bertanya seputar pupuk gratis bantuan yang diduga di jual kurang lebih Rp. 100 ribu persak, diluar kelompok.

Petugas juga sempat meminta catatan pada aparat kepolisian tentang siapa yang telah membeli pupuk gratis bantuan pemerintah pada pengurus Poktan.

Setelah itu, lanjut Mukatab, aparat kepolisian kemudian menuju tumpukan pupuk gratis bantuan dari Kementan di rumah pengurus Poktan.

Mukatab merasa heran ada Poktan mendapat bantuan pupuk gratis dari Kementan. Ia bahkan bertanya di mana lokasi lahan baru yang telah dibuat Poktan.

Ketua Poktan Sujito dikonfirmasi wartawan menepis ada penjualan pupuk gratis bantuan dari Kementan. “Tidak Pak, demi Allah tidak,” kilahnya singkat.

Pengakuan Sujito, bantuan pupuk gratis diterima Poktan seluruhnya 120 sak. Dari jumlah tersebut telah diberikan secara gratis pada anggotanya.

Syarat Poktan dapat bantuan pupuk gratis dari Kementan, maka harus membuka lahan tanam baru khusus tanaman padi. Sujito Ketua Poktan Tani Sejahtera, Desa Timahan, yang telah dapat bantuan pupuk gratis dari Kementan sekitar akhir Desember 2020 yang lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik Susanto mengatakan bahwa bantuan pupuk gratis dari Kementan tidak boleh diperjualbelikan.

Ditempat terpisah, IPTU Andi Salbi And.Kep, SH Kapolsek Kampak membenarkan terkait pemeriksaan Poktan terkait dugaan penyelewengan pupuk.

” Saat ini sudah dilakukan klarifikasi karena tahapan penyelidikan terkait permasalahan dugaan penjualan pupuk di Poktan Timahan. Sudah lima anggota kelompok tani yang sudah kita mintai keterangannya. Kalau sudah cukup pemeriksaan nanti akan digelar hasilnya,” jelas Salbi.***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *