Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Panen Lobster dan Pelepasliaran Biota Riset Budidaya Laut Gondol di GWD

Panen Lobster dan Pelepasliaran Biota Riset Budidaya Laut Gondol di GWD

REPORTERWahyudi

KABAR RAKYAT – Panen perdana lobster kelas eksport dari kawasan konservasi laut di Wisata Pantai Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi digelar Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi.

Panen lobster eksport hasil percontohan penyuluhan dan pelepasliaran biota hasil riset dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol, Bali disiarkan langsung disaksikan oleh seluruh penyuluh se Indonesia, Sabtu (24/10/2020).

Baca : Kapolresta Banyuwangi Ajak PWI Aktif Perangi Hoax di Masa Pilkada

Selain panen perdana Lobster juga dilaksanakan pelepasliara bibit lobster dan biota laut jenis ikan kerapu di bibir pantai Grand Watu Dodol, Banyuwangi.

Telah melakukan pemijahan dan pemeliharaan larva ikan kerapu sunu sejak tahun 2005, dan hingga saat ini telah di hasilkan perbaikan – perbaikan teknologi yang signifikan terkait pemeliharaan induk dan produksi benih Kerapu Sunu. Sehingga dengan adanya benih dari Hatchery ini dapat mendukung usaha budidaya Kerapu Sunu.

Bantuan bibit lobster dan kerapu sunu diserahkan Kapuslatuluh Dr. Lilly Aprilya Pregiwati S.Pi, M.Si, kepada Abdul Aziz Ketua Pokdarwis Pesona Bahari Watu Dodol.

Sedangkan pelepas liaran indukan Lobster Gonad, Lobster membawa telur merupakan hasil riset inovatif yang di lakukan para peneliti di BBRBLPP Gondol, mengingat semakin menurunnya populasi induk lobster – lobster yang matang gonad, bertelur di alam, oleh karena ulah manusia dalam mengekploitasi lobster.

Seperti penjelasan Ir. Bambang Susanto, M.Si, Peneliti Utama melalui daring via zoom, “Dengan tujuan dari riset ini ialah kami berharap bisa meningkatkan populasi alam dan bisa berdampak besar untuk masyarakat dan menjadi kegiatan yang berkelanjutan hingga menjadikan edu wisata alam bawah laut di GWD ini”.

Baca : Presiden Apresiasi Pengabdian, Perjuangan, dan Pengorbanan para Dokter

Kemudian untuk penyerahan secara simbolis biota hasil riset yaitu 1000 ekor benih kerapu sunu dari BBRBLPP di wakili Ahmad Muzakki, S.Pi, M.Si kepada Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan.

Benih kerapu sunu kemudian di serahkan Kapuslatuluh Banyuwangi Dr. Lilly Aprilya Pregiwati S.Pi, M.Si, kepada Abdul Aziz Ketua dari Pokdarwis Pesona Bahari Watu dodol.

Melihat hasil budidaya biota laut.

Selanjutnya penyerahan biota hasil riset BBRBLPP, Gondol, Bali yaitu 25 ekor induk lobster pasir bertelur diserahkan Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi diwakili Wawan Andriyanto, S.Pi, M.Sc, seterusnya diserahkan kepada Mustofa sebagai perwakilan dari kelompok.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, M.Y Bramuda, dan dalam sambutan singkatnya menyampaikan terimakasih. Wisata GWD bisa menjadi wisata edukasi.

Baca : Media Siber Kabar Rakyat Diverifikasi Faktual Dewan Pers

“Anak-anak sekolah bisa kita edukasi di sini sejalan dengan konsep melestarikan dan mensejahterakan masyarakat itu ada di sini. Jadi kalau kita merusak alam di jaman milenial ini sudah tidak green lagi, justru dengan menjaga dan merawat bersama kita akan memetik hasilnya untuk kesejahteraan itu sendiri,” kata Bramudya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca