Pansus 4 DPRD Usulkan Pembenahan Raperda Penyertaan Modal JET

  • Whatsapp
Drs. Sukarodin, M.Ag, Pansus 4 DPRD Trenggalek

KABAR RAKYAT – Pembahasan Raperda tentang Penyertaan Modal pada PT Jwalita Energi Trenggalek (JET) yang dibahas Pansus 4 DPRD bersama tim eksekutif. Dianggap perlu ada perubahan-perubahan.

Drs. Sukarodin, M.Ag menjelaskan terkait penyertaan modal ke PT JET memang sudah ada dalam perda no 11 tahun 2020, namun judul dalam draf perlu ada penyesuaian.

” Dalam pembahasan lalu memang sudah diatur penyertaan modal pada PT Jwalita Energi Trenggalek, namun pembahasan hari ini, perlu dilakukan perubahan karena pembahasan dirubah menjadi penyertaan modal untuk pendirian PT JET,” jelas Sukarodin.

Sukarodin juga menjabarkan terkait adanya perubahan tersebut maka rapat diskors dan dipersilahkan kepada eksekutif untuk segera menyusun draf Raperda dimaksud.

” Jika draf tersebut sudah tersaji maka akan segera, apabila sudah disampaikan kepansus maka akan segera kita lakukan pembahasan,” jelas Sukarodin.

Sukarodin juga menjelaskan Pansus 4  tidak ingin terjebak terkait pembahasan saham, apalagi terkait teknis saham, maka dipersilahkan kepada ekskutif untuk membicarakan dengan mitra.

“Kita tidak ingin terjebak terkait pembahasan saham, apalagi terkait teknis saham, maka saya berharap kepada eksekutif agar segera melakukan pembahasan terkait saham, untuk pembahasan penanaman saham bukan lagi ranah pansus, semua akan diserahkan kepada eksekutif saat proses pendirian PT di notaris,” pungkas Sukarodin.

Sementara itu, Yudi Sunarko selaku PLT Asisten II Pemkab Trenggalek menjelaskan PT. JET ini merupakan restrukturisasi badan hukum sebelumnya.

” PT JET adalah restrukturisasi unit usaha milik Pemda yang sebelumnya hanya meminjam badan hukum berupa koperasi, dan saat ini badan usaha dimaksud akan dijadikan badan hukum milik Pemkab mandiri,” jelas Yudi.

Menurut Yudi dalam proses restrukturisasi, perlu adanya modal untuk pendirian dan kedepan pemkab Trenggalek membuka ruang yang sebesar besarnya bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra pemkab dalam mengelola badan usaha diPT JET.

” Pendirian Perseroda merupakan sebuah usaha milik Pemkab namun dalam aturan minimal ada dua pemegang saham, modal mayoritas merupakan milik Pemda dan untuk pemegang saham kedua, maka pemkab Trenggalek membuka ruang kepada masyarakat Trenggalek untuk ikut menjadi pemegang saham, menjadi mitra,” pungkas Yudi.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *