Pantau Pelayanan Desa, Kabupaten Banyuwangi Bersiap-siap Menyambut New Normal

  • Whatsapp
Ilustrasi New Normal. ft. PIXABAY

KABAR RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus bersiap-siap menyambut era New Normal atau pola normal baru. Sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Kembali, Bupati Abdullah Azwar Anas mengunjungi sejumlah kantor desa dan kecamatan untuk mengecek kesiapan pelayanan publik di era new normal ke depan. Anas berkeliling ke kantor Desa Genteng Wetan, Desa Tegalarum, dan Desa Gumirih.

Read More

Selain itu, Ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) itu mengecek kantor Kecamatan Sempu dan Kecamatan Singojuruh.

Di setiap kantor desa dan kecamatan, Anas memperhatikan kesiapan masing-masing unit pelayanan publik tersebut untuk menyambut era normal baru ke depan.

”Pelayanan publik tidak boleh seterusnya berhenti. Memang sebagian bisa online, tapi sebagian tetap butuh kehadiran fisik. Secara bertahap kita harus menyiapkan pelayanan publik menyambut era new normal ke depan yang pentahapan-pentahapannya menunggu komando pemerintah pusat,” ujar Anas, Selasa (26/5/2020).

Anas berdiskusi dengan kepala desa dan camat beserta staf setempat terkait ketersediaan sejumlah alat penunjang kesehatan yang harus ada di setiap unit pelayanan publik.

”Misalnya hand sanitizer dan disinfektan. Kemarin Pemkab Banyuwangi sudah membagikan ribuan liter ke desa dan kecamatan, dan akan ada pembagian tahap dua. Itu untuk menunjang kesiapan new normal pelayanan publik di kantor desa dan kecamatan,” ujarnya.

Dalam penyiapan new normal pelayanan publik, Anas juga mengajak desa/kelurahan dan kecamatan untuk melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya guna memproduksi alat pelindung wajah (face shield) yang akan digunakan oleh para petugas.

Selain itu, UMKM bisa dilibatkan untuk menyediakan jamu atau minuman rempah yang bisa dikonsumsi setiap warga yang mengurus dokumen ke tempat pelayanan publik.

Bupati Banyuwangi kunjungi desa

Anas menegaskan, new normal pelayanan publik menempatkan kebersihan dan kesehatan sebagai standar utama. ”New normal bukan pelonggaran, bukan kita kembali ke era sebelum Covid-19 karena itu jelas tidak mungkin.

New normal adalah membangun gaya hidup baru yang mengutamakan standar kesehatan untuk menunjang produktivitas, termasuk produktivitas bidang pelayanan publik,” beber Anas.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *