Pasca Ricuh Suporter, DPRD Kota Blitar Panggil Panpel Laga Persebaya Vs Arema FC

  • Whatsapp
DPRD Kota Blitar (2)
Unsur pimpinan DPRD Kota Blitar

KabarRakyat.ID – Lembaga parlemen, DPRD Kota Blitar menggelar hearing bersama dengan para pihak, guna mengevaluasi dampak kericuhan antara suporter sepak bola, laga Persebaya Vs. Arema FC saat laga di Stadion Supriyadi, Kota Blitar.

Lewat lintas Komisi I, Komisi II dan Komisi III, dipanggilah, PSSI Kota Blitar, Kepolisian serta Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar untuk didengar penjelasannya. Setelahnya, DPRD akan merekomendasi penolakan pertandingan sepak bola yang berpotensi ricuh.

Read More

Baca juga: Pengadilan Negeri Banyuwangi Robohkan Enam Rumah Warga Concrong

Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi mengatakan, hearing bersama di lakukan guna mengevaluasi dampak yang di timbulkan dari insiden bentrok massa suporter dalam pelaksanaan Pertandingan Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 yang dilaksanakan, (18/2) kemarin.

Berdasarkan hasil pendataan, warga yang terdampak akibat kerusuhan yang di timbulkan oleh bentrok dua kelompok massa suporter Bonek dan Aremania, Tercatat ada lima orang korban luka, 13 unit sepeda motor hangus terbakar, satu mobil rusak dan beberapa rumah rusak serta enam hektare areal persawahan rusak.

DPRD Kota Blitar (1)
Panpel dan petugas keamanan dalam hearing di DPRD Kota Blitar.

“Estimasi kerugiannya itu mencapai lebih dari 250 juta rupiah. Untuk itu pemanggilan ini guna mengetahui SOP perijinan, model pengamanan yang di lakukan kepolisian sudah sesuai S-O-P apa belum,” tandas Agus Zunaedi, Kamis (20/2/2020).

Sementara itu Hasil Hearing tersebut, Dewan Kota Blitar sepakat untuk merekomendasikan kepada pemerintah daerah, Khususnya Pemerintah Kota Blitar, Untuk tegas menolak setiap Pertandingan Sepakbola yang berpotensi menimbulkan kericuhan.

Baca juga: Kapolresta Bersama Bonek dan Laros Mania Nobar Final Persebaya Vs Persija di Banyuwangi

“Jika nanti ada penunjukan dari Pemerintah Provinsi Maupun Pusat, untuk Kota Blitar menjadi tuan rumah dalam laga pertandingan sepakbola. Namun belum memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan pertandingan, Pemkot Blitar berhak menolaknya. Sebab, Pemerintah Daerah memiliki wewenang dan Otonom untuk menjaga kondusifitas wilayahnya,”pungkasnya

Sekedar di ketahui, Bentrok antara massa suporter Persebaya Versus Arema terjadi  di Kota Blitar, Jelang pelaksanaan laga Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Supriyadi. Akibat peristiwa itu sejumlah orang menjadi korban serta menimbulkan kerugian materiil hingga ratusan juta. Tidak hanya itu, insiden tersebut juga menimbulkan ketakutan serta trauma mendalam bagi warga kota Blitar.

Reporter: Arif

Editor: Richard



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *