Pasutri Tipu Ratusan Juta Minggat Ke Bali Berakhir Di Penjara

  • Whatsapp

Tersangka Pasutri ditangkap polisi setelah bersembunyi di Bali

 

Read More

banner 645x400

KabarRakyat.ID – Mau kaya dari jual tanah malah berakhir di penjara. Kisah ini dilakuan pasanga suami istri, Bahrul Umum (54) dan Sumarti (50), warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dengan cara menipu berkedok jual tanah kavelingan. Alhasil, pasangan ini berhasil menarik uang dari korbanya total Rp.222 juta.

Polsek Kademangan Probolinggo kota berhasil menangkap pelaku penipuan dan penggelapan atas nama Bahrul Umum.dan Sumarti. Pasangan suami istri ditahan setelah empat korban mengadukan kasus penipuan jual beli tanah pada Januari 2017 lalu.

Kapolsek Kademangan AKP. Sumardjo kepada wartawan mengungkapkan, kedua terlapor sempat kabur ke Bali selama tiga tahun setelah melakukan aksi penipuan berkedok jual beli tanah dengan ukuran 9x 10 dengan nilai jual RP.60 – 75 juta.

” Dalam perkara ini Bahrul Umum bersama istrinya Sumarti diduga melakukan penipuan dan penggelapan sebagiamana diatur dalam pasal 372 junto 378 KUHP. Empat korban sebagai pelapor merasa tertipu oleh perbuatan keduanya setelah menyetor uang cicilan total Rp. 222.500.000, tanah yang dibeli ternyata milik orang lain”, beber AKP. Sumardjo, mendampingi Kapolres Probolinggo kota AKBP.Ambaryadi Wijaya, Rabu (11/3/2020).

Kasus ini terbongar ketika korban akan menguasai tanah dihentikan oleh pemilik hak atas tanah dengan bukti sertifikat.

” Para korban kaget setelah tahu dan meminta uang kembali tersangka tidak sanggup menggembalikan. Untuk menghidari pengembalian uang tersangka kabur selama tiga tahun tinggal di Bali”, ungkap Sumarjo.

Kasus penipuan dan pengelapan pasutri ini polisi terpaksa harus bersabar melanjutkan proses hukum. Baru setelah keduanya ditangkap proses penyidikan kasus ini dilanjutkan.

” Untuk memastikan proses penyidikan keduanya kami tahan”, tutup AKP.Sumardjo. Polisi mengamankan bukti berupa kuitansi cicilan milik empat korban jumlahnya bervariasi mulai dari Rp.73 juta seperti milik pak Suyud, bukti setor Rp. 55 juta milik Pak Roki, bukti setoran Rp.30 juta milik Umi Sarah dan kuitansi Rp.64.5 juta milik Asripah, total ada tujuh lembar. Keseluruhan kerugian korban mencapai Rp.222.500.000.

” Saya kabur ke Bali karena uangnya sudah habis buat urusan tanah dan kebutuhan keluarga”, aku Bahrul memilih pasrah.

 

Reporter : Richard
Editor      : Choiri

 

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *