PC. Fatayat NU Banyuwangi Launching Program Duta NU

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT Fatayat NU Banyuwangi hingga saat ini terus komitmen dan konsisten dalam upaya pencegahan stunting.

Sebagai bentuk keseriusan memerangi stunting, organisasi Fatayat NU Banyuwangi me – launching sebuah program kegiatan yang diberi nama DUTA NU atau KADER PEMBURU STUNTING FATAYAT NAHDLATUL ULAMA.

Bacaan Lainnya

Ketua PC Fatayat NU Banyuwangi, Maryana, S. Pd mengatakan, persoalan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi masih tinggi. Hal inilah yang menjadi dasar Fatayat NU berupaya mencegah stunting.

” Harapan kami Fatayat NU dapat berkontribusi menurunkan angka stunting khususnya di Banyuwangi, ” ucap Mariyana saat dikonfirmasi, Selasa (30/03/2021).

Dijelaskan oleh Mariyana bahwa stunting  adalah masalah gizi kronis  yang  disebabkan kurangnya asupan gizi dalam rentan waktu yang cukup lama.

akibat pemberian makanan  yang  tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.WHO mengartikan stunting adalah keadaan tubuh  yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2 sampai dengan dampak dari kekurangan gizi pada awal kehidupan anak akan berlanjut dalam setiap siklus hidup manusia.

Kemudian Wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil  yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) akan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Ini akan berlanjut menjadi balita kurang gizi dan ke usia anak sekolah dengan berbagai konsekuensinya (dibawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional).

” Keadaan ini terjadi akibat dari faktor lingkungan dan faktor manusia (host), yang didukung oleh kekurangan asupan zat-zat gizi , ” jelas Mariyana.

Kasus stunting atau kekurangan gizi kronis yang menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan pada anak di wilayah kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur meningkat 0,1 persen di masa pandemic covid-19.

Pada tahun 2020 angka stunting mencapai 8,2 persen atau 7.909 balita di bawah umur lima tahun.

Pandemi Covid-19 juga berpengaruh signifikan terhadap aktivitas ekonomi, baik secara mikro maupun makro, sehingga dampaknya membuat pendapat masyarakat Banyuwangi semakin menurun drastis.

” Mereka tidak bisa membeli kebutuhan makanan bergizi untuk anak, ” ucapnya.

Kurang gizi bisa disebabkan beberapa penyakit penyerta. Ada penyakit bawaan sehingga anak tidak bisa tumbuh normal. Di samping itu perilaku orang tua, kadang-kadang belum mengetahui bagaimana anak bisa tumbuh dengan baik secara normal.

Untuk menyukseskan program DUTA NU , telah disiapkan kader setiap desa atau ranting se kabupaten Banyuwangi untuk melaksanakan beberapa strategi yang telah dilakasanakan mulai awal Bulan Maret 2021.

Adapun strategi DUTA NU yg dilakukan antara lain,

  • Memburu ibu hamil yang beresiko tinggi, Memburu balita gizi buruk/stunting,Melakukan pendampingan ibu hamil mulai dari awal masa kehamilan sampai dengan melahirkan, Melakukan kunjungan rumah ibu hamil dan balita dengan menimbang berat badan, tinggi badan anak setiap bulan, Memberikan bantuan Susu dan makanan tambahan ibu hamil dan anak balita gizi buruk,
  • Pendampingan ibu saat memberikan ASI Eklusif sampai dg 6 bulan bekerja sama dengan puskesmas di masing2 desa.
  • Pencatatan dan pelaporan setiap bulan di PC.Fatayat NU Banyuwangi

Dengan diselenggarakannya DUTA NU diharapkan semua bayi/ balita, ibu hamil resiko tinggi terdeteksi secara efektif dan efisien serta dapat mencegah dan menurunkan stunting di kabupaten Banyuwangi.*

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *