PDIP Banyuwangi Halal Bihalal dan Tahlil Kebangsaan

220 views
Halal Bi Halal PDIP

Foto: PDI PERJUANGAN. Acara syukuran dikemas halal bihalal dan tahlil kebangsaan. (Hariyadi)

KABARRAKYAT.ID – Keluarga besar DPC PDI Perjuangan (PDIP) Banyuwangi menggelar syukuran kemenangan sukses Pemilu 2019. Acara itu dikemas dalam halal bihalal lebaran juga tahlil kebangsaan, bertempat di Yayasan Mabadi’ul Ihsan Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, pada Selasa (11/06/2019) malam.

Ketua DPC PDI-Perjuangan, I MadeCahyana Negara, SE, Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, M.Si, Wakil Bupati, Yusuf Widyatmoko.S.Sos, anggota fraksi PDI-Perjuangan DPRD Banyuwangi, Pengurus PAC, Pengurus Ranting PDI-Perjuangan se Banyuwangi hadir berserta tokoh masyarakat.

“Halal Bihalal merupakan tradisi baik untuk menjaga tali silaturahmi diantara kader partai dengan masyarakat. Selain itu, Halal Bihalal merupakan momentum untuk saling memaafkan,” kata I Made Cahyana Negara dalam sambutannya.

Ketua DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan pengurus partai atas kerja keras bahu membahu dan bergotong royong , sehingga PDI Perjuangan mampu mempertahankan kemenangan pesta demokrasi lima tahunan di Banyuwangi. Bahkan jumlah perolehan kursi bertambah dari 10 kursi menjadi 12 kursi.

Sementara Bupati Anas  yang juga kader PDI Perjuangan memberi sambutan bahwa penggagas istilah dan tradisi Halal Bihalal adalah salah seorang pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Abdul Wahab Chasbullah. Diawali ketika Indonesia dilanda gejala disintegrasi bangsa pada tahun 1948.

Para elit politik bersilang pendapat, pemberontakan terjadi dimana-mana, sehingga pada pertengahan bulan Ramadan, Presiden Sukarno mengundang Kyai Wahab ke Istana Negara untuk diminati pendapat mengenai solusi konflik politik Indonesia kala itu.

“Bung Karno kala itu ingin memulihkan kepercayaan bangsa, disatu sisi ada pemberontak, disisi lain ada pemimpin yang bersilang pendapat sehingga dibutuhkan solusi untuk menyelesaikan, maka diundanglah para ulama salah satunya KH. Wahab, “ jelas Bupati Anas.

Kemudian KH.Wahab memberikan saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan silaturahmi antar pemimpin politik pada Hari Raya Idul Fitri. Dan silaturahmi tersebut mengunakan istilah Halal Bihalal yang filosofinya permusuhan atau silang pendapat antar tokoh politik adalah haram, maka harus di halalkan atau disudahkan.

Reporter  : Hariyadi

Editor : Richard

Banner PDI







Loading...

#Azwar Anas #dpc pdip banyuwangi #made cahyana negara #partai politik PDI Perjuangan

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply